Pemerintah targetkan ekspor 90% produk RI ke Eropa bebas tarif mulai 2027

Pemerintah Indonesia tengah gencar memperkuat fondasi perdagangan globalnya dengan menargetkan hampir 90% ekspor Indonesia dapat menikmati tarif nol persen saat memasuki pasar Uni Eropa. Ambisi ini akan terwujud melalui implementasi Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), sebuah perjanjian perdagangan bebas yang ditargetkan berlaku pada awal tahun 2027.

Advertisements

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian integral dari strategi agresif Indonesia dalam memperkukuh posisi perdagangan global dan memperluas akses pasar ekspor nasional. “Kami berharap implementasi perjanjian dengan Uni Eropa pada awal 2027 memungkinkan hampir 90% produk Indonesia memperoleh tarif nol persen di 27 negara Uni Eropa,” ujar Airlangga dalam acara China Conference: Southeast Asia (CCSEA) 2026, Selasa (10/2). Menurutnya, pelonggaran tarif tersebut krusial untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia serta mendorong diversifikasi pasar ekspor di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global. Indonesia, ia menambahkan, akan terus aktif menjalin kerja sama dagang melalui berbagai forum internasional seperti ASEAN, APEC, G20, dan COP.

Tidak berhenti pada IEU-CEPA, Indonesia juga telah menunjukkan komitmennya dalam perluasan jaringan dagang melalui kesepakatan lain. Salah satunya adalah penandatanganan Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (SEPA), yang memberikan preferensi tarif 0% bagi lebih dari 90% produk ekspor kedua negara. Selain itu, pemerintah juga proaktif dalam melakukan penyesuaian kebijakan tarif dengan Amerika Serikat. “Indonesia juga telah menurunkan tarif impor dari Amerika Serikat dari 32% menjadi 19% dan tengah mendorong penyelesaian perjanjian dagang lebih lanjut,” ungkap Airlangga, menandakan upaya berkelanjutan untuk menciptakan iklim perdagangan yang lebih menguntungkan.

Di samping itu, Indonesia juga secara paralel menggenjot proses aksesi untuk menjadi anggota penuh Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), dengan target pencapaian dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Airlangga menilai bahwa langkah strategis ini sangat vital untuk memperkuat reformasi struktural, mendongkrak daya saing, dan membantu Indonesia keluar dari “jebakan negara berpendapatan menengah”.

Advertisements

Keseluruhan perjanjian dan inisiatif kerja sama ini merupakan strategi komprehensif untuk membuka pintu pasar yang lebih luas, menarik arus investasi asing, dan pada akhirnya, mempercepat transformasi ekonomi nasional menuju kemajuan yang berkelanjutan.

Advertisements