Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri untuk terus mengawasi dan menjaga stabilitas pasar modal Indonesia. Penekanan utama saat ini adalah upaya antisipasi terhadap praktik “saham gorengan” yang berpotensi merusak ekosistem investasi di industri tersebut. Pernyataan penting ini disampaikan Sigit dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Polri di Jakarta Timur, Selasa (10/2).
Sigit menjelaskan bahwa fluktuasi pasar modal senantiasa berada dalam pengawasan ketat korps Bhayangkara. “Kita terus memperhatikan dan mengikuti bagaimana fluktuasi pasar modal,” ujar Sigit. Ia melanjutkan, “Dan kita terus ikuti siapa yang potensial untuk kemudian kita pantau lebih lanjut, khususnya terkait dengan tindakan-tindakan yang arahnya ke permainan saham gorengan ya, yang tentunya itu tidak bagus.” Penegasan ini menunjukkan keseriusan Polri dalam mendeteksi dan mencegah manuver manipulatif yang merugikan investor dan ekosistem investasi.
Lebih lanjut, Sigit mengungkapkan bahwa langkah proaktif ini bertujuan untuk melindungi saham-saham dengan fundamental yang kuat agar dapat terus tumbuh dan terjaga integritasnya. “Di satu sisi kita mendorong untuk saham-saham fundamental terus bisa terjaga dengan baik. Sehingga kemudian fundamental dari pasar saham juga betul-betul bisa terjaga,” jelasnya. Stabilitas pasar modal Indonesia secara keseluruhan, menurutnya, sangat vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebagai bukti nyata komitmen ini, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri diketahui telah melakukan serangkaian penyelidikan mendalam terhadap kasus-kasus “goreng-goreng saham” di industri pasar modal. Penyelidikan yang melibatkan beberapa perusahaan dengan modus operandi yang bervariasi ini, telah berhasil menetapkan 10 orang sebagai tersangka dari tiga kasus berbeda. Langkah tegas ini menjadi peringatan bagi pihak-pihak yang mencoba merusak kepercayaan publik terhadap investasi di pasar modal Indonesia.