
Publikasi terbaru dokumen kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat sontak menggemparkan dunia, terutama dengan kemunculan nama Dalai Lama yang tercantum hingga ratusan kali. Penyebutan ini segera menarik perhatian publik internasional, mengingat arsip penyelidikan tersebut memuat jutaan halaman dan menyeret berbagai tokoh global. Rilis dokumen ini merupakan wujud komitmen transparansi hukum Amerika Serikat. Menanggapi situasi ini, pihak Dalai Lama dengan tegas membantah adanya pertemuan atau hubungan apa pun antara Pemimpin Spiritual Tibet tersebut dengan Jeffrey Epstein.
Penyebutan Nama Dalai Lama dalam Dokumen Epstein
Apa itu Epstein Files (KSAT)
Dalam kerangka Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein, Departemen Kehakiman Amerika Serikat telah membukukan lebih dari tiga juta halaman dokumen, sekitar 2.000 video, dan 180.000 gambar yang berkaitan dengan penyelidikan kasus Jeffrey Epstein. Meskipun demikian, sebagian besar materi masih disensor secara ketat demi melindungi identitas para korban dan menjaga integritas proses hukum yang tengah berjalan. Dari jutaan halaman arsip ini, nama Dalai Lama teridentifikasi muncul ratusan kali. Rujukan ini tersebar dalam beragam berkas, mulai dari catatan penyelidikan, transkrip kesaksian, hingga komunikasi pihak ketiga yang terkumpul sepanjang penanganan kasus Epstein.
Pihak Dalai Lama secara konsisten menegaskan bahwa banyaknya penyebutan nama tersebut sama sekali tidak mengindikasikan adanya hubungan personal, komunikasi langsung, apalagi pertemuan antara Dalai Lama dan Epstein. Karakteristik dokumen Epstein memang dikenal memuat banyak rujukan kepada sejumlah tokoh dunia yang mungkin muncul dalam konteks administratif, klaim sepihak yang belum tentu valid, atau rencana-rencana pihak lain yang pada akhirnya tidak pernah terealisasi.
Klarifikasi Resmi dari Pihak Dalai Lama
Menyikapi gelombang laporan media dan spekulasi di media sosial seputar “Berkas Epstein“, kantor Dalai Lama telah merilis pernyataan resmi guna meluruskan informasi yang beredar luas. Pernyataan tersebut dengan lugas menegaskan bahwa Dalai Lama tidak pernah bertemu Jeffrey Epstein. Lebih lanjut, ditegaskan pula bahwa tidak ada izin yang diberikan kepada siapa pun untuk mengadakan pertemuan atau interaksi dengan Epstein atas namanya. Dengan demikian, setiap upaya untuk mengaitkan Dalai Lama dengan Jeffrey Epstein dianggap tidak memiliki dasar faktual yang kuat.
Jeffrey Epstein dan Kasus yang Menyeret Banyak Nama
Jeffrey Epstein dikenal luas sebagai seorang pelaku kejahatan seksual yang mendalangi kasus perdagangan manusia dan eksploitasi seksual terhadap perempuan di bawah umur. Kisah hidupnya berakhir tragis pada 2019, ketika ia ditemukan tewas akibat bunuh diri di penjara New York City, selagi menanti persidangan atas serangkaian tuduhan berat. Kasus Epstein menjadi sorotan tajam masyarakat internasional karena jaringan relasinya yang sangat luas, melibatkan berbagai tokoh elite dari dunia politik, bisnis, hingga figur publik global. Oleh karena itu, setiap nama yang muncul dalam dokumen Epstein secara otomatis menjadi pusat perhatian publik, terlepas dari apakah mereka memiliki hubungan langsung atau tidak dengan sang pelaku.
Siapakah Sosok Dalai Lama?
Dalai Lama, yang memiliki nama lahir Tenzin Gyatso, kini menginjak usia 90 tahun dan dikenal sebagai salah satu pemimpin spiritual paling berpengaruh dan dihormati di dunia. Beliau telah menjalani hidup dalam pengasingan di Dharamsala, India utara, sejak melarikan diri dari Tibet pada tahun 1959 menyusul kegagalan pemberontakan terhadap kekuasaan Tiongkok.
Dari tanah pengasingan, Dalai Lama tak pernah berhenti memimpin perjuangan damai untuk otonomi Tibet. Kontras dengan posisi beliau, Pemerintah Tiongkok secara konsisten menolak mengakui keberadaan pemerintahan Tibet dalam pengasingan dan bersikeras bahwa Tibet telah menjadi bagian integral dari Tiongkok sejak abad ke-13. Di sisi lain, Dalai Lama berpendapat tegas bahwa Tibet adalah negara merdeka saat pasukan Tentara Pembebasan Rakyat pertama kali memasuki wilayah tersebut.
Di luar peran spiritual dan advokasi perdamaiannya, Dalai Lama juga memiliki jejak yang kuat dalam dunia literasi dan refleksi spiritual. Beliau bahkan baru-baru ini menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Grammy Awards untuk kategori audiobook melalui karyanya yang mendalam, berjudul Meditations: The Reflections of His Holiness The Dalai Lama.