
Babaumma – , JAKARTA – Investor ritel dengan portofolio jumbo, Haiyanto, kembali menjadi sorotan pasar modal setelah tercatat melakukan penjualan jutaan lembar saham PT Indal Aluminium Industry Tbk. (INAI). Aksi divestasi yang berulang ini menarik perhatian, mengingat posisi Haiyanto sebagai salah satu pemegang saham individu terbesar di emiten tersebut.
Menurut data dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang dikutip pada Sabtu (31/1/2026), Haiyanto tercatat melakukan penjualan signifikan pada 29 Januari 2026, melepas 3,02 juta lembar saham INAI. Transaksi ini menyebabkan kepemilikannya di perseroan merosot menjadi 56,76 juta lembar, setara dengan 8,96% dari total saham. Penjualan ini bukanlah yang pertama di akhir Januari; sebelumnya, pada 26 Januari 2026, ia juga telah menjual 1,92 juta lembar saham INAI, yang kala itu menurunkan kepemilikannya menjadi 61,49 juta lembar atau 9,71%. Meskipun terjadi penurunan porsi saham, Haiyanto tetap mempertahankan statusnya sebagai investor individu dengan kepemilikan saham INAI terbesar.
: Nasib Cuan Grup Salim, Vanguard Cs Kala Saham BUMI Mendingin Akhir Januari 2026
Reputasi Haiyanto sebagai investor ritel yang memiliki bobot besar di pasar modal memang tidak diragukan. Ia dikenal sebagai salah satu pemegang saham individu dengan kepemilikan di atas 5% di beberapa emiten ternama. Selain saham INAI, jejak investasi Haiyanto juga terlihat di deretan emiten mulai dari PT Modernland Realty Tbk. (MDLN) hingga PT Radiant Utama Interinsco Tbk. (RUIS). Sebelumnya, dalam catatan Bisnis, pada akhir Agustus 2025, ia sempat menjual 5,1 juta lembar saham MDLN, mengurangi kepemilikannya menjadi 1,21 miliar lembar atau 9,73%. Aksi jual-beli investor ritel seperti Haiyanto seringkali menjadi indikator menarik, layaknya pergerakan saham emiten jumbo lainnya yang menjadi perhatian para pelaku pasar.
: Semarak Belanja Saham Prajogo Pangestu hingga Lo Kheng Hong Kala IHSG Ambrol
Berbicara tentang PT Indal Aluminium Industry Tbk. (INAI), tidak bisa dilepaskan dari peran penting konglomerat Maspion, Alim Markus. Ia merupakan salah satu pendiri perseroan sejak tahun 1971 dan kini menjabat sebagai Presiden Direktur. Keberadaannya memberikan latar belakang yang kuat bagi perusahaan yang sahamnya diperdagangkan oleh investor besar seperti Haiyanto.
Menurut laman resmi perusahaan, jejak karier Alim Markus sebelum berkecimpung di industri aluminium sangat cemerlang, termasuk menyelesaikan program eksekutif di National University of Singapore pada 1990 dan Tsing Hua University di Beijing, China pada 2010. Ia adalah generasi penerus dari usaha yang dirintis oleh sang ayah, Lin Xueshan, atau dikenal juga sebagai Alim Husin, seorang perantau dari Fujian, China. Bermula dari bisnis alat-alat rumah tangga, pada tahun 1971, bersama anak tertuanya, Alim Markus mendirikan perusahaan yang kelak berkembang menjadi cikal bakal grup Maspion. Kini, setelah wafatnya sang ayah, roda perusahaan dijalankan oleh tiga bersaudara, yaitu Alim Markus, Alim Mulia Sastra, dan Alim Prakarsa, menjaga kesinambungan imperium bisnis keluarga.
Dalam lingkup internal INAI, Alim Markus diangkat sebagai pengurus perseroan melalui RUPST pada 15 Juni 2023, dengan masa jabatan yang akan berakhir pada RUPST tahun 2026. Pengaruhnya tak hanya terbatas pada satu perusahaan; ia juga aktif menjabat sebagai Ketua Indonesia China Business Council (ICBC) dan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Timur, serta berbagai posisi penting lainnya di organisasi. Di bawah bendera kelompok usaha Maspion, ia juga memegang peran strategis sebagai Direktur Utama di PT Maspion, PT Alumindo Light Metal Industry Tbk, dan PT Bumi Maspion. Selain itu, ia dipercaya sebagai Komisaris Utama di PT Indal Steel Pipe, PT Maspion Energy Mitratama, dan PT Maspion Industrial Estate, menunjukkan jangkauan bisnisnya yang luas.
Dengan segala capaian dan jaringan bisnisnya yang luas, pada tahun 2023 Alim Markus dinobatkan sebagai salah satu individu terkaya di Indonesia. Kekayaan bersihnya diperkirakan mencapai US$500 juta, atau sekitar Rp7,4 triliun, sebuah angka yang menegaskan posisinya sebagai figur penting dalam lanskap ekonomi nasional.
Indal Aluminium Industry Tbk. – TradingView
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi dan tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas potensi kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi yang diambil.