BI: MBG harus jadi suplemen akselerasi pertumbuhan ekonomi di Jabar

Dari Bandung, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Jawa Barat, Muhamad Nur, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar untuk menjadi suplemen pendorong pertumbuhan ekonomi di akar rumput.

Advertisements

“Program MBG ini perlu dioptimalkan secara maksimal guna mewujudkan kesejahteraan bersama,” ujar Nur pada Selasa (10/2/2026). Ia menambahkan bahwa manfaat ini harus dirasakan oleh berbagai pihak, mulai dari petani, pemasok bahan pangan, hingga tenaga kerja yang terlibat langsung dalam sektor terkait.

Nur menyoroti tingginya permintaan kebutuhan pokok yang timbul dari implementasi MBG sebagai sebuah peluang sekaligus tantangan. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran krusial untuk menjadikan MBG sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi daerah. Secara khusus, ia menekankan, “Pemerintah daerah Jawa Barat harus cekatan dalam menangkap peluang besar ini.”

Tantangan mendesak lainnya adalah peningkatan volume produksi. Ketersediaan kebutuhan pokok yang memadai tidak hanya vital untuk menunjang program MBG, tetapi juga untuk menjaga stabilitas pasokan di pasar secara umum. Nur menegaskan, “Neraca pangan harus senantiasa terjaga, yang pada gilirannya akan membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi di sektor ketahanan pangan.”

Advertisements

Untuk mengoptimalkan peluang dari skala masif program MBG, Nur mengingatkan bahwa pemerintah daerah, khususnya yang kaya akan potensi ketahanan pangan, wajib membangun fondasi yang kokoh. Ia memperkirakan, “Kebutuhan pangan akan semakin besar, terlebih Jawa Barat diproyeksikan menjadi salah satu daerah penerima MBG terbesar di Indonesia.”

Meski saat ini Jawa Barat masih menunjukkan surplus dalam pemenuhan pangan, peningkatan jumlah penerima MBG dipastikan akan memicu lonjakan kebutuhan. Ini adalah peluang emas bagi sektor produksi ketahanan pangan. Nur menyimpulkan, “Permintaan diperkirakan akan terus membesar, sehingga kata kuncinya adalah intensifikasi, yaitu meningkatkan hasil produksi secara signifikan dari lahan yang ada.”

Advertisements