Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diestimasikan akan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini, Rabu (11/2). Optimisme ini didukung oleh analisis dari berbagai pakar pasar modal, yang turut merekomendasikan sejumlah saham menarik seperti PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), hingga PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
Analisis dari Phintraco Sekuritas menunjukkan bahwa IHSG memiliki peluang besar untuk terus menguat. Secara teknikal, indeks berhasil bertahan kokoh di atas level rata-rata pergerakan lima hari (MA5). Indikasi positif ini diperkuat oleh penyempitan histogram negatif pada indikator MACD serta berlanjutnya fase pembalikan arah (reversal) pada indikator Stochastic RSI, yang semuanya mengisyaratkan momentum kenaikan.
Dalam keterangannya, Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguji level krusial 8.200-8.215 dalam perdagangan hari ini. Mereka menetapkan level support IHSG pada 8.000, yang merupakan area harga di mana tekanan beli umumnya meningkat dan harga cenderung kembali naik, serta level resistance pada 8.215, titik di mana aksi jual kuat sering menahan laju kenaikan harga.
Dari sisi fundamental domestik, performa penjualan ritel mencatat pertumbuhan 3,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Desember 2025. Meskipun terjadi sedikit perlambatan dibandingkan November 2025 yang mencapai 6,3% yoy, sektor ini patut dicermati karena telah mencatat pertumbuhan bulanan selama delapan bulan berturut-turut, didukung kuat oleh stimulus pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.
Phintraco juga memperkirakan tren positif penjualan ritel akan berlanjut dan berpotensi meningkat pada periode Januari hingga Maret 2026. Proyeksi ini didasari oleh kenaikan indeks keyakinan konsumen pada Januari serta momentum musiman yang signifikan, meliputi Tahun Baru Imlek yang akan berlanjut ke Ramadan dan Idul Fitri.
Sementara itu, dari ranah eksternal, para investor akan mencermati rilis data inflasi Tiongkok untuk Januari 2026. Inflasi Negeri Tirai Bambu tersebut diperkirakan melambat menjadi 0,5% yoy dari 0,8% yoy pada Desember 2025, sebuah angka yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar global.
Di Amerika Serikat, perhatian juga tertuju pada data nonfarm payrolls Januari 2026 yang diproyeksikan mencatat penyerapan tenaga kerja sekitar 40 ribu orang, turun dari 50 ribu pada bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran AS juga diperkirakan sedikit meningkat dari 4,4% menjadi 4,5%, menunjukkan dinamika pasar tenaga kerja yang perlu dipantau.
Menyikapi berbagai kondisi pasar tersebut, Phintraco Sekuritas secara spesifik merekomendasikan beberapa saham pilihan yang menarik untuk diperhatikan investor. Di antaranya adalah PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Apexindo Pratama Putra Tbk (APEX).
Senada dengan proyeksi penguatan, analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, juga melihat potensi IHSG untuk melanjutkan laju kenaikannya. Ia memprediksi indeks akan bergerak menuju resistance Fibonacci di level 8.259, asalkan mampu menembus level krusial 8.057. Namun, ia mengingatkan, pelemahan di bawah level tersebut berpotensi memicu tekanan jual yang dapat membawa IHSG turun ke area 7.785.
Ivan Rosanova mengidentifikasi beberapa level support IHSG, yaitu 7.785, 7.617, 7.362, dan 7.265, yang dapat menahan penurunan. Untuk level resistance, ia mencatat 8.162, 8.259, 8.377, 8.596, dan 8.837 sebagai target kenaikan. Meskipun demikian, ia juga menambahkan bahwa indikator MACD saat ini menunjukkan adanya momentum bearish yang patut diwaspadai.
Sebagai tambahan rekomendasi, Ivan Rosanova dari BinaArtha Sekuritas juga memberikan daftar saham-saham yang layak menjadi perhatian investor pada perdagangan hari ini. Pilihan tersebut meliputi PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
Pada penutupan perdagangan Selasa (10/2) kemarin, IHSG berhasil menguat signifikan sebesar 1.24% dan berakhir di level 8131.738. Dengan dukungan analisis teknikal dan fundamental dari kedua sekuritas, pasar memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan akan terus melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, Rabu (11/2).