Kualitas udara di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dilaporkan berada dalam kategori tidak sehat pada Selasa (3/2) pagi ini. Berdasarkan pantauan situs pemantau udara global IQAir pada pukul 07.15 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Pontianak mencapai angka 170, menyoroti kondisi atmosfer yang memprihatinkan.
Angka AQI yang mencapai 170 ini mengindikasikan bahwa polusi udara di Pontianak telah mencapai tingkat yang dapat menimbulkan dampak negatif. Dalam kondisi kualitas udara tidak sehat, masyarakat umum, khususnya kelompok yang lebih sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan paru, sangat rentan mengalami berbagai masalah kesehatan. Seperti yang dikutip dari laman IQAir pada Senin (3/2), “Ketika kualitas udara dikategorikan tidak sehat, masyarakat umum, terutama kelompok yang sensitif, mungkin mulai mengalami efek kesehatan.”
Menyikapi kondisi ini, IQAir secara tegas menyarankan masyarakat untuk sebisa mungkin mengurangi aktivitas di luar ruangan. Senada dengan hal tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah berulang kali mengimbau agar penduduk menggunakan masker, terutama saat berada di lokasi dengan tingkat pencemaran udara yang tinggi.
Bukan hanya Pontianak, beberapa kota besar lainnya di Indonesia juga menghadapi tantangan polusi udara yang signifikan. Berikut adalah daftar lima kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia pada pagi ini:
- Pontianak, Kalimantan Barat, dengan poin AQI 170 (kategori tidak sehat)
- Surabaya, Jawa Timur, dengan poin AQI 139 (kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif)
- Bandung, Jawa Barat, dengan poin AQI 135 (kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif)
- Serpong, Banten, dengan poin AQI 117 (kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif)
- Medan, Sumatera Utara, dengan poin AQI 86 (kategori sedang)
Di sisi lain, terdapat kabar baik dari beberapa wilayah di Indonesia. Kota Palangkaraya di Kalimantan Tengah tercatat memiliki kualitas udara paling sehat pagi ini dengan poin AQI 31. Tak kalah baik, Kabupaten Badung di Bali menyusul dengan poin AQI 44. Kedua wilayah ini tergolong dalam kategori baik, menunjukkan kualitas udara yang nyaman untuk dihirup.
Pergeseran pandangan ke skala global, Sydney, Australia, menempati posisi teratas sebagai kota besar dengan kualitas udara paling sehat di dunia dengan poin AQI 14. Diikuti oleh Seattle di Amerika Serikat dengan poin AQI 15 dan Canberra di Australia dengan poin AQI 19. Ketiga kota ini menunjukkan kategori baik dalam indeks kualitas udara mereka.
Namun, gambaran yang kontras terlihat pada daftar kota besar dunia dengan kualitas udara terburuk pagi ini. Peringkat pertama diduduki oleh Kota Kabul di Afghanistan, yang bahkan mencapai kategori berbahaya. Berikut adalah rincian lima kota dengan polusi udara tertinggi secara global:
- Kabul, Afghanistan, dengan poin AQI 400 (kategori berbahaya)
- Tel Aviv-Yafo, Israel, dengan poin AQI 307 (kategori berbahaya)
- Dhaka, Bangladesh, dengan poin AQI 271 (kategori sangat tidak sehat)
- Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, dengan poin AQI 257 (kategori sangat tidak sehat)
- Kolkata, India, dengan poin AQI 196 (kategori tidak sehat)
Perlu dipahami bahwa Indeks Kualitas Udara (AQI) adalah konsentrasi polutan udara yang menjadi indikator penting untuk menunjukkan kategori kualitas udara. Skala ini membantu masyarakat memahami tingkat risiko yang ada. Berikut adalah rincian kategori AQI berdasarkan konsentrasi PM 2,5:
- Kategori baik: Rentang PM 2,5 0-50
- Kategori sedang: Rentang PM 2,5 51-100
- Kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif: Rentang PM 2,5 101-150
- Kategori tidak sehat: Rentang PM 2,5 151-200
- Kategori sangat tidak sehat: Rentang PM 2,5 200-299
- Kategori berbahaya: Rentang PM 2,5 300-500
Secara spesifik, kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat memiliki potensi merugikan kesehatan pada segmen populasi yang terpapar. Lebih lanjut, kategori berbahaya menunjukkan risiko kesehatan yang serius dan dapat berdampak parah pada seluruh populasi manusia. Memahami kategori-kategori ini penting agar masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat dalam menghadapi ancaman polusi udara.