Kabar mengejutkan datang dari pasar modal, ketika Hutomo Mandala Putra, yang dikenal luas sebagai Tommy Soeharto, secara resmi melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS). Informasi penting ini terungkap melalui laporan perubahan kepemilikan saham yang diserahkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Senin, 2 Februari lalu, memicu perhatian publik terhadap langkah strategis sang putra mantan Presiden tersebut.
Sebelum transaksi signifikan ini dilakukan, Tommy Soeharto tercatat memiliki 738.692.651 lembar saham HITS, yang merepresentasikan 10,40% dari total hak suara perusahaan. Namun, dengan rampungnya pelepasan saham tersebut, posisinya di emiten yang bergerak di sektor transportasi dan logistik ini kini menjadi nihil, atau 0%.
Secara spesifik, jumlah saham yang dilepas Tommy adalah tepat 738.692.651 lembar saham biasa. Penjualan ini dilakukan dengan harga Rp391 per saham. Dari transaksi ini, Tommy Soeharto berhasil meraup dana sebesar Rp288,82 miliar, dengan tanggal pelaksanaan transaksi tercatat pada 30 Januari lalu.
Laporan keterbukaan informasi menyebutkan bahwa tujuan di balik transaksi ini adalah bagian dari “strategi investasi” dengan harga perolehan yang disepakati oleh pemberi dan penerima kuasa. Meskipun demikian, identitas pihak pembeli saham mayoritas tersebut tidak dijelaskan secara terperinci dalam dokumen yang dipublikasikan.
Aspek yang paling menarik dan mengundang pertanyaan adalah kenyataan bahwa, dalam laporan yang sama, Tommy Soeharto masih tercantum sebagai pengendali utama perseroan. Ia bahkan secara tegas menyatakan akan tetap mempertahankan kendali atas HITS, meskipun secara langsung ia tidak lagi memiliki satu pun lembar saham perusahaan.
Sehari setelah laporan pelepasan saham Tommy Soeharto dirilis, sebuah laporan terpisah yang disampaikan kepada OJK pada Selasa, 3 Februari, mengungkapkan adanya transaksi pembelian saham HITS oleh PT Menara Cakra Buana. Yang menarik, jumlah saham yang dibeli Menara Cakra Buana identik dengan yang dilepas Tommy, yakni 738.692.651 lembar saham. Pembelian ini juga terjadi pada tanggal dan harga transaksi yang sama, yaitu 30 Januari lalu, di harga Rp391 per saham.
Akibat transaksi ini, kepemilikan saham Menara Cakra Buana di HITS melonjak drastis, dari sebelumnya 2.331.552.091 lembar saham atau 32,83% hak suara, menjadi 3.070.244.742 lembar saham, setara dengan 43,24% hak suara. Hingga berita ini diterbitkan, identitas sosok di balik PT Menara Cakra Buana masih menjadi misteri. Menariknya, dalam laporan yang sama, PT Menara Cakra Buana secara eksplisit menyatakan diri bukan sebagai pihak pengendali HITS.
Sebagai latar belakang, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi dan logistik terpadu. Spesialisasi utamanya terletak pada segmen pelayaran dan pengangkutan energi. Sebagai bagian integral dari Humpuss Group, perseroan memiliki fokus yang kuat dalam melayani kebutuhan distribusi minyak, gas, dan berbagai produk energi lainnya di seluruh wilayah Indonesia.
Kegiatan operasional utama HITS mencakup penyediaan jasa angkutan laut untuk beragam komoditas energi, pengelolaan armada kapal secara komprehensif, dan layanan pendukung logistik terintegrasi. Perseroan memiliki dan mengoperasikan berbagai jenis kapal, termasuk kapal tanker dan kapal yang mendukung distribusi energi, sebagian besar melayani kontrak jangka menengah hingga panjang, menunjukkan stabilitas operasionalnya.
Menariknya, di tengah dinamika transaksi kepemilikan saham ini, kondisi terkini saham HITS di pasar modal menunjukkan situasi yang tidak biasa. Pada perdagangan hari ini, saham emiten ini terpantau berada di level Rp116. Namun, saham HITS tidak dapat diperjualbelikan karena sedang disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), menambah lapisan kompleksitas pada cerita bisnis perusahaan.