
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara alias BPI Danantara akan menggelar peletakan batu pertama enam proyek hilirisasi mulai Jumat (6/2). Groundbreaking akan dilaksanakan serentak di enam lokasi.
“Ada di Kalimantan Barat, Cilacap, dan lainnya. Pokoknya ada enam,” kata CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani saat ditemui usai Komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (4/2).
Keenam proyek hilirisasi yang dimaksud di antaranya:
- Pengembangan smelter aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat dengan nilai investasi US$ 2,4 miliar atau Rp 40 triliun
- Smelter grade Alumina berbasis bauksit di Mempawah, Kalimantan Barat dengan nilai investasi US$ 890 juta atau hampir Rp 15 triliun
- Pembangunan pabrik bioavtur di Cilacap, Jawa Tengah dengan nilai investasi US$ 1,1 miliar atau Rp 18,4 triliun
- Pabrik bioetanol di Cilacap, Jawa Tengah dengan nilai investasi US$ 80 juta atau Rp 1,3 triliun
- Fasilitas pengolahan kelapa di Morowali, Sulawesi Tengah dengan nilai investasi US$ 100 juta atau Rp 1,6 triliun
- Proyek unggas terintegrasi, nilai investasi mencapai US$ 1 miliar atau Rp 20 triliun
COO Danantara Dony Oskaria mengatakan keenam proyek hilirisasi itu sinyal kuat bahwa arah pembangunan ekonomi nasional mulai bergeser ke basis industri.
Di tingkat hulu atau upstream industri baja, pemerintah akan segera melakukan groundbreaking pabrik baja di Cilegon, Banten bulan depan. Salah satu proyek utama yakni pembangunan pabrik slab baja di Cilegon yang berada di bawah PT Krakatau Steel (KRAS).
Selama ini kebutuhan slab masih dipenuhi dari impor, sehingga kehadiran pabrik baru itu diharapkan memperkuat rantai pasok industri baja nasional.
“Kemudian, kami buat downstream-nya,” kata Donny. Downstream yang dimaksud yakni proyek hilir industri baja, yang mengolah baja setengah jadi menjadi produk siap pakai, misalnya mengubah billet, slab, atau bloom menjadi baja lembaran, baja tulangan maupun baja pipa.
Donny juga menyampaikan Krakatau Steel memasuki fase penyehatan. Danantara telah melakukan pembenahan laporan keuangan, impairment, serta restrukturisasi bisnis sebelum masuk ke tahap konsolidasi.
“Kondisi keuangan Krakatau Steel mulai sehat. Bisnis model sudah kami rapikan. Kami mulai main lagi di upstream,” ujar dia.
Donny menegaskan keenam proyek yang akan digelar groundbreaking-nya pekan depan, merupakan bagian dari 21 inisiatif hilirisasi yang sedang dikerjakan Danantara.