Trump pede bos baru The Fed bisa bikin ekonomi AS tumbuh 15 persen

Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, baru-baru ini menyatakan keyakinannya bahwa penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi AS hingga mencapai angka fantastis 15 persen. Optimisme yang luar biasa ini diutarakan Trump dalam sebuah klip video yang dirilis pada Senin, 9 Februari 2026. Namun, pertanyaan besar muncul mengingat sang presiden tidak memberikan perincian lebih lanjut mengenai jenis pertumbuhan ekonomi yang ia maksud, apakah mengacu pada pertumbuhan tahunan (year-on-year/yoy) atau metrik lainnya. “Jika Kevin Warsh melakukan pekerjaan yang mampu ia lakukan, ekonomi kita bisa tumbuh sebesar 15 persen. Bahkan, aku berpikir bisa lebih dari itu. Aku pikir, dia akan hebat. Dia adalah orang yang berkualitas tinggi,” tegas Trump, menunjukkan harapannya yang sangat tinggi.

Advertisements

1. Donald Trump mengandalkan Kevin Warsh untuk memperbaiki pertumbuhan ekonomi

Pernyataan ambisius tersebut menggarisbawahi betapa Donald Trump sangat mengandalkan Kevin Warsh untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi AS. Target sebesar 15 persen ini memang sangat jarang dicapai oleh Negeri Paman Sam, menjadikannya sebuah misi yang menantang.

Data yang dirilis oleh Bloomberg menunjukkan bahwa rata-rata pertumbuhan ekonomi AS selama lima dekade terakhir hanya mencapai 2,8 persen. Bahkan, untuk tahun 2026, proyeksi pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan hanya akan berada di angka 2,4 persen, jauh di bawah ekspektasi Trump.

Advertisements

Oleh karena itu, Trump menaruh harapan besar pada Warsh untuk mewujudkan ambisinya. Untuk memutar roda perekonomian lebih cepat, Trump telah meminta Warsh untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga. Harapannya, dengan suku bunga yang lebih rendah, masyarakat AS akan lebih termotivasi untuk mengajukan pinjaman, sehingga aktivitas ekonomi dapat meningkat pesat.

2. Kevin Warsh ditunjuk jadi Ketua The Fed untuk menggantikan Jerome Powell

Kevin Warsh sendiri baru saja ditunjuk oleh Donald Trump sebagai Ketua Federal Reserve pada 30 Januari 2026. Ia mengemban tugas untuk menggantikan Jerome Powell, ketua The Fed sebelumnya, yang dijadwalkan akan mengakhiri masa jabatannya pada Mei mendatang.

Penunjukan Warsh ini sekaligus diharapkan dapat meredakan ketegangan yang kembali memanas antara Trump dan The Fed. Konflik ini telah berlangsung sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden pada Januari 2025.

Melalui unggahan di Truth Social, Trump mengungkapkan kekagumannya terhadap Warsh, “Aku sudah mengenal Kevin (Warsh) sejak lama. Aku yakin dia akan dikenang sebagai salah satu Ketua The Fed terhebat. Mungkin bisa juga yang terbaik,” katanya, menandakan keyakinannya penuh pada sosok pilihan barunya.

3. Pengesahan Kevin Warsh sebagai ketua baru The Fed kemungkinan tertunda

Meskipun telah ditunjuk sebagai Ketua The Fed, Kevin Warsh belum dapat langsung menjalankan tugasnya. Proses pengesahan oleh Senat AS adalah langkah krusial yang harus dilalui agar Warsh sah menjabat sebagai pemimpin tertinggi lembaga moneter tersebut.

Namun, jalan Warsh menuju kursi kepemimpinan The Fed diperkirakan tidak akan mulus, dengan kemungkinan penundaan pengesahan oleh Senat. Senator AS, Thom Tillis, secara tegas menyatakan bahwa Warsh tidak sepatutnya dilantik selagi Departemen Kehakiman AS (DOJ) masih melakukan penyelidikan terhadap Jerome Powell. Powell kini tengah tersandung skandal proyek renovasi gedung The Fed, yang menjadi fokus investigasi.

Menanggapi potensi rintangan ini, Donald Trump tetap pada pendiriannya dan menunjukkan sikap tidak peduli. Ia mendesak semua pihak untuk tetap menunggu pelantikan Warsh sebagai pengganti Powell. “Aku tidak tahu. Kita lihat saja nanti apa yang terjadi. Aku sudah lama berselisih dengan Thom Tillis sampai-sampai dia akhirnya mengundurkan diri (dari Partai Republik),” ujar Trump, sebagaimana dilansir Yahoo Finance, menggarisbawahi pandangannya yang acuh tak acuh terhadap dinamika politik dan penyelidikan yang sedang berlangsung.

Advertisements