
Presiden Prabowo Subianto menerima audiensi sejumlah konglomerat Tanah Air pada Selasa (10/2). Dalam pertemuan itu Prabowo bertukar pandangan mengenai kondisi perekonomian nasional serta berbagai tantangan dalam dunia usaha.
“Presiden menegaskan pentingnya semangat Indonesia Incorporated sebagai wujud kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” tulis Prabowo seperti diunggah dalam akun instagram miliknya yang dipublikasikan Rabu (11/2).
Menurut Prabowo semangat dari pertemuan itu bisa membawa dampak positif pada iklim investasi Tanah Air. Dalam pertemuan itu hadir bos Barito Group Prajogo Pangestu, bos Salim Group Anthoni Salim, bos Sinar Mas Group Franky Wijaya, pemilik Pantai Indah Kapuk Sugianto Kusuma atau Aguan dan Boy Thohir.
“Semangat ini diharapkan terus memperkuat daya saing nasional, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Prabowo lagi.
Baca juga:
- Jejak Toto Sugiri di Balik Indointernet (EDGE) yang Bersiap Delisting Sukarela
- IHSG Berpeluang Naik Hari Ini, Analis Jagokan Saham CDIA, INET hingga KLBF
- Simalakama Free Float 15%: Di Balik Utak-atik Porsi Saham Publik
Bertemu Pengusaha
Pertemuan Prabowo dengan para taipan Tanah Air itu terjadi sehari setelah Prabowo bertemu dengan perwakilan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (9/2) malam. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo meminta pengusaha memberikan manfaat bagi rakyat serta menciptakan lapangan kerja yang luas.
Dalam audiensi yang dihadiri 22 konglomerat anggota APINDO tersebut, Prabowo mendengarkan berbagai masukan dan aspirasi pelaku usaha, termasuk pandangan mereka mengenai arah kebijakan ekonomi nasional. Prabowo juga menekankan pentingnya semangat Indonesia Incorporated, yakni kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat daya saing nasional serta mempercepat pembangunan ekonomi.
“Pembangunan industri harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat, membuka lapangan kerja seluas-luasnya, dan memperkuat kemandirian bangsa,” kata Prabowo dikutip dari siaran pers pada Selasa (10/2).
Prabowo juga mengajak para pengusaha untuk bersama-sama dengan pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan, khususnya di sektor riil. Ia mendorong pengembangan industri tekstil seperti garmen, sepatu, dan mebel, serta sektor-sektor strategis lainnya, antara lain industri makanan dan minuman, perikanan, peternakan, serta penguatan UMKM.
Para pengusaha yang hadir menyatakan komitmen untuk mendukung visi dan misi Presiden Prabowo. Mereka berjanji mendukung upaya pengentasan kemiskinan melalui peningkatan pemenuhan gizi dan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak Indonesia, serta mewujudkan industrialisasi.
Dalam audiensi tersebut, Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Adapun 22 pengusaha APINDO yang hadir antara lain Sofjan Wanandi, Sudamek, Suryadi Sasmita, Haryanto Adikoesoemo, Mucki Tan, Harijanto, Johny Darmawan, Shinta W. Kamdani, Sanny Iskandar, Eddy Hussy, dan Soegianto Nagaria.
Selain itu, turut serta Lindrawati Widjojo, Hendra Widjaja, Budiarsa Sastrawinata, Ronald Walla, Adhi Lukman, Raymond Gunawan, Dedy Rochimat, Kris Adidarma, Leo Julianto Sutedja, dan Harry Lukminto. Pertemuan ini diharapkan semakin memperkokoh sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.