Ringkasan Berita:
- Prabowo terima 5 pengusaha elite di Hambalang
- Ada Garibaldi (Boy) Thohir pemilik Adaro Energy, Franky Widjaja Sinar Mas Group, Sugianto Kusuma (Aguan) Agung Sedayu Group, Prajogo Pangestu Barito Pasific Group, dan Anthony Salim (Salim Group)
- Kadin Sulsel sebut pertemuan pulihkan kepercayaan investor di pasar modal
Babaumma Presiden Prabowo Subianto mengundang lima pengusaha elite di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/2/2026).
Kelima pengusaha ternama itu antara lain bos Barito Grup Prajogo Pangestu, bos Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma, bos Adaro Energy Boy Thahir, bos Grup Salim Anthony Salim, dan bos Grup Sinarmas Franky Oesman Widjaja.
Prabowo duduk di tengah dikelilingi para konglomerat.
Sehari setelah pertemuan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menunjukkan tanda pemulihan Rabu (11/2/2026).
IHSG ditutup menguat 130 poin atau naik 1,60 persen ke level 8.261 hingga jeda siang Rabu (11/2/2026).
Penguatan ini menjadi sorotan pelaku pasar setelah sepanjang Januari IHSG sempat mengalami tekanan berat hingga dua kali terkena trading halt.
Koreksi tajam tersebut terjadi di tengah sentimen global dan teguran dari MSCI yang memicu aksi jual signifikan.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Selatan, Andi Iwan Darmawan Aras, menilai rebound IHSG ini bukan sekadar pergerakan teknikal, melainkan cerminan mulai pulihnya kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.
“Kami melihat rebound ini sebagai sinyal positif. Pasar merespons cepat komunikasi dan konsolidasi yang dilakukan Presiden dengan para pelaku usaha. Ini menunjukkan kepercayaan mulai kembali terbentuk,” kata Andi Iwan saat dihubungi Tribun Timur.
Menurutnya, langkah Presiden Prabowo mengundang para pengusaha nasional untuk berdiskusi terbuka soal kondisi ekonomi mencerminkan pendekatan kolaboratif yang dibutuhkan dalam situasi penuh tekanan.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden menegaskan pentingnya semangat Indonesia Incorporated—kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha—untuk menjaga daya saing, menciptakan lapangan kerja, dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Andi Iwan mengapresiasi langkah pemerintahan Prabowo.
Ia menilai stabilitas pasar tidak hanya ditentukan oleh angka-angka, tetapi juga oleh kejelasan arah kebijakan dan soliditas komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha.
“Dunia usaha butuh kepastian dan ruang dialog. Ketika pemerintah dan pengusaha duduk bersama, itu memberikan pesan kuat kepada pasar bahwa kita solid menghadapi tantangan,” katanya.
Ia juga mengajak investor, baik domestik maupun asing, untuk tetap percaya pada fundamental ekonomi Indonesia.
Menurutnya, gejolak yang sempat terjadi pada Januari adalah dinamika pasar yang wajar, sementara fondasi ekonomi nasional tetap kuat.
“Kita punya pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi terkendali, rasio utang yang masih aman, dan cadangan devisa yang kuat. Fundamental ini yang harus menjadi pegangan investor, bukan hanya fluktuasi jangka pendek,” tegasnya.
Kadin Sulsel meyakini, dengan konsistensi kebijakan, penguatan tata kelola pasar, serta kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku usaha, IHSG berpeluang melanjutkan tren pemulihan dalam waktu mendatang.
“Momentum ini harus dijaga. Kepercayaan pasar adalah aset besar. Kalau komunikasi dan kolaborasi terus diperkuat, kami optimistis ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh dan pasar modal kita semakin kredibel di mata dunia,” tutup Andi Iwan.
Sementara itu Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa pertemuan berlangsung cukup intensif.
“Pertemuan tersebut berlangsung lebih dari 4,5 jam, dimulai sejak pukul 19.00 hingga sekitar 23.30 WIB,” ujar Seskab Teddy dalam keterangan tertulis yang diunggah pada Rabu, 11 Februari 2026.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog strategis antara Kepala Negara dan pelaku usaha dalam memperkuat sinergi pembangunan nasional.
Presiden Prabowo pun menekankan pentingnya semangat Indonesia Incorporated sebagai fondasi kerja bersama seluruh elemen bangsa.
“Di momen itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya semangat Indonesia Incorporated, yang berarti bahwa kolaborasi erat seluruh sektor, yakni antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat daya saing nasional serta mempercepat pembangunan ekonomi,” ungkap Seskab Teddy.
Para pengusaha yang hadir turut menyatakan kesamaan pandangan dan komitmen kuat untuk mendukung agenda besar pemerintahan.
Dukungan tersebut dilakukan melalui keterlibatan aktif dunia usaha pada sektor-sektor prioritas yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat dan penguatan fondasi pembangunan nasional.
“Para pengusaha yang hadir senada seirama menyatakan komitmen solidnya untuk mendukung visi misi Pemerintah dalam sektor paling strategis yaitu pemenuhan makan bergizi, sekolah dan pendidikan tinggi, kesehatan, rumah subsidi, koperasi dan kampung nelayan serta kedaulatan pangan dan energi,” tulis Seskab Teddy.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga mengajak dunia usaha untuk mengambil peran aktif bersama dengan pemerintah dalam penciptaan lapangan kerja.
“Khususnya di sektor riil, guna mendorong pengembangan industri serta penguatan UMKM,” jelas Seskab Teddy.
Pertemuan ini mencerminkan arah kepemimpinan Presiden Prabowo yang menempatkan kolaborasi strategis antara pemerintah dan pelaku usaha sebagai kunci menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.