Ekspansi agresif Robinhood Markets Inc. di pasar Indonesia kini memasuki fase krusial. Raksasa platform investasi digital Amerika Serikat ini menunjukkan keseriusannya di pasar keuangan Tanah Air dengan menggelar pertemuan penting bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), regulator pasar keuangan Indonesia, pada Kamis (12/2) di Jakarta.
Pertemuan strategis tersebut mempertemukan Johann Kerbrat, Senior Vice President and General Manager of Crypto and International Robinhood, dengan Hasan Fawzi, Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK. Kehadiran para petinggi dari kedua belah pihak menegaskan bobot diskusi mengenai langkah Robinhood selanjutnya di Indonesia.
Meskipun upaya konfirmasi kepada Hasan Fawzi belum berbalas hingga berita ini diturunkan, sinyal positif justru datang dari Pjs. Ketua dan Wakil Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, yang akrab disapa Kiki. Walaupun tidak terlibat langsung dalam pertemuan tersebut, Kiki menyatakan sambutannya yang hangat terhadap rencana ekspansi Robinhood di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Kiki setelah acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2).
Langkah masuk Robinhood Markets Inc. ke pasar Indonesia sebenarnya telah dimulai sejak Desember 2025. Ekspansi ini direalisasikan melalui akuisi strategis dua perusahaan keuangan nasional terkemuka: PT Buana Capital Sekuritas dan PT Pedagang Aset Kripto. Akuisisi ini menjadi fondasi awal bagi ambisi Robinhood di salah satu pasar paling dinamis di Asia.
JB Mackenzie, VP dan GM Futures dan International di Robinhood, menegaskan bahwa Indonesia adalah pasar dengan pertumbuhan perdagangan yang sangat pesat. Hal ini selaras dengan misi inti Robinhood untuk memperluas dan mendemokratisasi akses keuangan bagi masyarakat luas. “Kami menantikan kesempatan untuk menghadirkan layanan inovatif yang selama ini dipercaya oleh jutaan pengguna Robinhood di seluruh dunia,” ungkap Mackenzie melalui siaran pers di Jakarta, Senin (8/12).
Indonesia memang diakui sebagai salah satu pasar paling prospektif untuk perdagangan saham dan aset digital. Data hingga akhir Oktober 2025 menunjukkan jumlah investor pasar modal melalui single investor identification (SID) telah menembus angka 19 juta, sementara investor kripto mencapai 17 juta orang. Sepanjang tahun berjalan, jumlah investor baru meningkat signifikan sebesar 58,4% dengan penambahan 4,28 juta individu.
Pertumbuhan investor yang luar biasa ini didorong oleh tingginya minat generasi muda yang cakap teknologi dan cepat mengadopsi investasi digital. Tercatat, dari total 19 juta investor pasar modal pada tahun 2025, sekitar 54,25% merupakan investor berusia di bawah 30 tahun. Kelompok usia 30–41 tahun menyumbang 26,42%, sedangkan sisanya berusia di atas 41 tahun. Demografi ini menjadikan Indonesia target yang sangat menarik bagi platform investasi seperti Robinhood.
Pasca-akuisisi Buana Capital, Robinhood berkomitmen untuk tetap melayani nasabah perusahaan efek yang sudah ada dengan produk-produk keuangan Indonesia yang relevan. Dalam jangka panjang, setelah memperoleh izin dari regulator, Robinhood menargetkan untuk dapat menghadirkan platform perdagangannya sendiri. Platform ini diharapkan akan menyediakan akses luas ke saham AS, aset kripto global, serta berbagai instrumen internasional lainnya dalam skala besar.
Proses akuisisi Buana Capital dan Pedagang Aset Kripto saat ini masih dalam tahap pemenuhan sejumlah persyaratan penyelesaian transaksi. Hal ini termasuk persetujuan final dari OJK dan regulator terkait lainnya. Seluruh transaksi ditargetkan tuntas pada paruh pertama tahun 2026, menandai tonggak penting bagi kehadiran penuh Robinhood di Indonesia.
Robinhood Markets Inc. didirikan pada tahun 2013 dan berkantor pusat di Menlo Park, California. Perusahaan ini telah berkembang pesat menjadi salah satu penyedia layanan keuangan terkemuka di AS, menawarkan platform perdagangan saham, ETF, opsi, futures, dan kripto yang inovatif.
Saat ini, Robinhood melayani lebih dari 27 juta pelanggan dengan total aset kelolaan mencapai US$ 343 miliar. Perusahaan ini secara konsisten berkomitmen untuk memperluas akses ke pasar keuangan bagi seluruh individu, sejalan dengan visinya untuk mendemokratisasi investasi. Robinhood juga dikenal luas sebagai inovator dalam perdagangan saham tanpa komisi, dengan model pendapatan yang terdiversifikasi, serta basis penggunanya yang terus bertumbuh, terutama dari kalangan investor muda dan pemula.
Sebagai bagian dari akuisisi, Buana Capital adalah perusahaan sekuritas anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) yang telah mengantongi izin sebagai perantara pedagang efek dan penjamin emisi (investment banker). Didirikan pada tahun 1990, perusahaan ini juga telah memperoleh izin usaha resmi dari OJK. Sementara itu, PT Pedagang Aset Kripto merupakan pedagang aset keuangan digital yang telah memperoleh izin dari OJK sejak tahun 2025 dan tercatat sebagai anggota bursa aset kripto di Indonesia.