Konglomerat investasi terkemuka, Berkshire Hathaway Inc., yang dipimpin oleh investor legendaris Warren Buffett, mengumumkan langkah strategis signifikan di pasar modal. Perusahaan ini secara mengejutkan memangkas sebagian besar kepemilikan sahamnya di raksasa teknologi Amazon.com Inc., sambil pada saat yang bersamaan membangun posisi investasi baru yang substansial di perusahaan media New York Times Co. Penyesuaian portofolio ini, yang mencerminkan pergeseran fokus investasi, terjadi pada kuartal keempat 2025.
Berdasarkan dokumen keterbukaan yang disampaikan kepada regulator, Berkshire Hathaway melaporkan akuisisi 5,1 juta saham New York Times Co. sepanjang tiga bulan terakhir 2025 hingga Desember lalu. Investasi strategis ini memiliki nilai sekitar US$351,7 juta, atau setara dengan kurang lebih Rp5,93 triliun, pada akhir tahun, menunjukkan komitmen kuat terhadap sektor media.
Penjualan saham Amazon ini menandai akhir dari sebagian besar investasi yang pertama kali dimulai Berkshire pada tahun 2019. Pada saat itu, Warren Buffett secara terbuka mengakui bahwa ia merasa “terlambat” untuk masuk ke perusahaan yang didirikan oleh Jeff Bezos tersebut. Setelah divestasi besar-besaran yang terjadi pada kuartal keempat 2025, Berkshire Hathaway kini hanya menyisakan sekitar 2,3 juta saham Amazon, jauh lebih sedikit dari kepemilikan sebelumnya yang mencapai lebih dari 75% dari total saham mereka di perusahaan tersebut.
Selain Amazon, laporan menunjukkan bahwa pada kuartal keempat tersebut, konglomerat investasi ini juga memangkas kepemilikan sahamnya di dua entitas besar lainnya. Berkshire mengurangi kepemilikan di raksasa teknologi Apple Inc. menjadi 1,5% dan Bank of America Corp. menjadi 7,1%. Pengurangan porsi saham pada kedua perusahaan ini merupakan kelanjutan dari tren divestasi yang telah dimulai sejak tahun 2024, menunjukkan konsolidasi portofolio atau pergeseran preferensi investasi di sektor teknologi dan perbankan.
Di sisi lain spektrum investasi, Berkshire Hathaway secara aktif meningkatkan eksposurnya pada sektor energi dan asuransi. Kepemilikan saham di Chevron Corp. melonjak menjadi 6,5%, menegaskan keyakinan perusahaan terhadap industri energi. Sementara itu, porsi saham di perusahaan asuransi Chubb Ltd. bertambah signifikan menjadi 8,7%. Investasi awal di Chubb ini pertama kali diumumkan pada Mei 2024, setelah proses akuisisi saham yang dilakukan secara bertahap.
Kinerja saham Chubb sendiri menarik perhatian, mencatat kenaikan sekitar 11% sepanjang kuartal keempat. Lonjakan ini dipicu oleh rumor pasar mengenai adanya pendekatan informal perusahaan tersebut untuk mengakuisisi American International Group Inc. Meskipun demikian, Chubb dengan cepat membantah adanya pengajuan penawaran resmi, namun spekulasi tersebut cukup untuk menggairahkan investor.
Meskipun telah mengundurkan diri dari posisi kepala eksekutif pada tahun lalu, Warren Buffett dinilai kembali menunjukkan taringnya dalam perburuan aset selama beberapa kuartal terakhir. Berkshire Hathaway tercatat telah menyepakati pembelian bisnis petrokimia Occidental Petroleum Corp. senilai US$9,7 miliar serta membangun kepemilikan saham senilai US$5,6 miliar di perusahaan induk Google, Alphabet Inc. Aktivitas ini menggarisbawahi strategi agresif Buffett dalam mencari nilai di tengah gejolak pasar.
Sebagai respons langsung terhadap kabar masuknya Berkshire Hathaway sebagai pemegang saham utama, harga saham New York Times melonjak lebih dari 10% dalam perdagangan setelah penutupan pasar di New York. Reaksi positif pasar ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap dukungan dari konglomerat investasi sekelas Warren Buffett.