BEI ungkap 8 perusahaan antre IPO, mayoritas beraset jumbo

Dinamika pasar modal Indonesia terus menunjukkan geliatnya, dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat adanya delapan perusahaan yang saat ini tengah dalam antrean untuk melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Prospek ini memberikan sinyal positif bagi investor dan pelaku pasar.

Advertisements

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan bahwa dari delapan entitas tersebut, lima di antaranya merupakan perusahaan dengan aset di atas Rp 250 miliar, yang mengindikasikan mereka masuk dalam klasifikasi skala besar. Klasifikasi aset perusahaan yang akan melakukan IPO ini diatur secara detail dalam Pedoman Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.

Lebih lanjut, Nyoman menambahkan bahwa tiga perusahaan lainnya yang bersiap untuk IPO berada dalam kategori perusahaan skala menengah, dengan kisaran aset antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Ini menunjukkan keragaman ukuran perusahaan yang tertarik untuk mencari pendanaan melalui pasar modal.

Dalam laporan pipeline IPO BEI, Nyoman menyatakan, “Sampai dengan 20 Februari 2026 telah tercatat 0 Perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana dihimpun Rp 0.00 triliun. Hingga saat ini, terdapat 8 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” seperti dikutip pada Senin (23/2). Angka ini menunjukkan peningkatan satu perusahaan dibandingkan laporan pipeline pada 19 Januari lalu yang mencatat tujuh calon emiten.

Advertisements

Adapun jika ditinjau dari latar belakang sektor usaha, kedelapan calon emiten tersebut memiliki diversifikasi yang menarik. Mereka berasal dari berbagai segmen industri, mulai dari sektor material dasar, energi, hingga sektor keuangan, mencerminkan representasi ekonomi yang luas di pasar modal.

Berikut daftar lengkap calon perusahaan yang mengantre IPO berdasarkan sektornya:

  • 2 Perusahaan dari sektor material dasar
  • 0 Perusahaan dari sektor konsumsi siklikal
  • 1 Perusahaan dari sektor konsumsi bukan siklikal
  • 1 Perusahaan dari sektor energi
  • 2 Perusahaan dari sektor keuangan
  • 0 perusahaan dari sektor kesehatan
  • 1 perusahaan dari sektor industri
  • 0 perusahaan dari sektor infrastruktur
  • 0 Perusahaan dari sektor properti dan real estate
  • 0 perusahaan dari sektor teknologi
  • 1 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik

Selain antrean IPO, BEI juga mencatat adanya aktivitas pasar modal lainnya yang signifikan. Sebanyak tiga perusahaan telah berhasil menerbitkan right issue atau hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dengan total perolehan dana mencapai Rp 3,75 triliun. Nyoman turut menginformasikan bahwa satu perusahaan di sektor properti juga akan melaksanakan right issue, menambah dinamika pergerakan dana di bursa efek.

Advertisements