Geliat BSI (BRIS) bidik 1 juta nasabah lewat tabungan umrah

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) telah meluncurkan produk inovatif terbarunya, BSI Tabungan Umrah, dengan target ambisius mencapai 500 ribu nasabah. Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna, mengungkapkan bahwa peluncuran ini didorong oleh tren perjalanan umrah masyarakat Indonesia yang terus menunjukkan peningkatan signifikan.

Advertisements

Dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (23/2), Anton memproyeksikan bahwa sepanjang tahun 2025, jumlah jemaah umrah asal Indonesia berpotensi melampaui dua juta orang, menandai pertumbuhan sekitar 36% secara tahunan atau Year-on-Year (YoY). Kenaikan ini, menurutnya, tidak hanya dipicu oleh panjangnya antrean keberangkatan haji, tetapi juga diperkuat oleh semakin masifnya tren gaya hidup halal di tengah masyarakat. Fenomena ini telah mengubah persepsi ibadah umrah, yang kini tidak lagi dipandang sebagai aktivitas musiman, melainkan berkembang menjadi bagian integral dari wisata religi sekaligus cerminan gaya hidup spiritual generasi baru.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, Anton menyoroti adanya pergeseran profil jemaah umrah. Jika sebelumnya didominasi oleh generasi baby boomers, kini pasar umrah mulai diramaikan oleh kelompok usia yang lebih muda, khususnya generasi Milenial dan Gen Z. Generasi ini semakin aktif merencanakan perjalanan spiritual sejak usia dini, sebuah sinyal kuat bagi industri perbankan syariah untuk semakin mendalami sektor ekosistem Islami, khususnya gaya hidup halal. Oleh karena itu, pendekatan kepada generasi muda ini dilakukan melalui edukasi dan literasi yang terstruktur, guna membantu mereka mewujudkan impian ibadah dengan perencanaan keuangan yang matang.

BSI Tabungan Umrah hadir sebagai solusi terintegrasi yang komprehensif bagi calon jemaah. Produk ini menawarkan layanan end-to-end, mulai dari proses menabung, pembelian paket umrah, hingga kemudahan transaksi di Tanah Suci menggunakan kartu BSI Debit Mabrur. Anton menjelaskan bahwa tabungan ini dirancang khusus untuk membantu calon jemaah yang memiliki keterbatasan finansial atau membutuhkan perencanaan keuangan lebih matang sebelum berangkat. Rekening ini dapat dibuka dengan setoran awal yang sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp 100 ribu, dan bebas biaya administrasi bulanan. Konsep “satu rekening untuk seluruh kebutuhan perjalanan umrah” ini bertujuan menjembatani tingginya minat masyarakat untuk beribadah dengan kemampuan finansial yang mereka miliki.

Advertisements

Kehadiran produk ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem bisnis haji dan umrah secara keseluruhan, baik pada segmen Business to Customer (B2C) maupun Business to Business (B2B). Selain menyasar nasabah individu, BSI juga aktif menggandeng sekitar 3.000 pelaku usaha travel sebagai mitra strategis dalam pengelolaan dana calon jemaah. Kolaborasi ini juga mendukung optimalisasi arus kas melalui layanan cash management BEWIZE, memastikan ekosistem industri haji dan umrah dapat terkelola secara lebih terintegrasi dan efisien.

Lebih lanjut, BSI Tabungan Umrah diharapkan menjadi close loop dalam ekosistem wisata halal. Produk ini terintegrasi dengan fitur pembelian paket umrah travel melalui aplikasi BYOND by BSI. Nasabah dapat dengan mudah mengakses pilihan paket yang telah dikurasi, melakukan pembayaran yang fleksibel, serta menikmati berbagai promo menarik untuk menunjang kenyamanan ibadah mereka. Melalui langkah strategis ini, BSI tidak hanya meluncurkan produk baru, tetapi juga menegaskan posisinya di jantung ekosistem umrah nasional. Di tengah ledakan minat umrah, BSI berkomitmen untuk memastikan ibadah ke Tanah Suci kini bisa direncanakan sejak dini, bukan lagi sekadar impian yang menunggu usia senja.

Pada tahap awal, BSI menargetkan Tabungan Umrah dapat menarik lebih dari satu juta nasabah dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan dana murah (CASA) perseroan. Hingga Desember 2025, BSI menargetkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 16,20% (YoY) mencapai Rp 380 triliun. Adapun porsi dana murah (CASA) BSI ditargetkan mencapai 61,62% atau Rp 234 triliun, dengan pertumbuhan tabungan sebesar 15,72% (YoY) menjadi Rp 162,63 triliun.

Anton Sukarna optimistis bahwa inisiatif ini akan memperluas inklusi keuangan syariah sekaligus mendukung lahirnya generasi muda yang lebih siap secara spiritual dan finansial. Ia juga berharap Tabungan Umrah ini dapat menjadi gerbang utama (entry gate) bagi ekosistem haji dan umrah yang dapat digarap secara maksimal, menciptakan sinergi yang kuat antara bank syariah, travel haji dan umrah, serta bisnis-bisnis lain yang menjadi multiplier effect dari ibadah umrah.

Advertisements