BI soroti ketidakpastian global, ekonomi RI masih dibayangi risiko

Jakarta, IDN Times – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti menilai ketidakpastian global yang dipicu gejolak kebijakan ekonomi dunia dan tensi geopolitik masih menjadi tantangan bagi perekonomian nasional.

Advertisements

“Kalau melihat situasi global, gejolaknya luar biasa. Ada ketidakpastian kebijakan global, termasuk geopolitik, yang pasti mempengaruhi pergerakan kita,” ujarnya dalam peluncuran buku kajian stabilitas keuangan, Senin (23/2/2026).

1. Ibaratkan perekonomian nasional seperti kapal besar yang didayung bersama satu tujuan

Namun, di tengah tekanan tersebut, Destry menilai Indonesia tetap mampu menjaga arah. Ia mengibaratkan perekonomian nasional seperti kapal besar yang didayung bersama ke satu tujuan.

Advertisements

“Dengan jumlah penduduk yang besar, kita tetap bergerak senada dan sepadu. Tidak ada yang mendayung ke arah berbeda. Dengan kepemimpinan yang kokoh dan arahan yang jelas, kita optimistis bisa menuju tujuan bersama,” katanya.

2. Peran BI tak hanya pada sisi moneter dan sistem pembayaran

Destry juga menegaskan peran bank sentral tidak hanya terbatas pada kebijakan moneter dan sistem pembayaran. Bank Indonesia, kata dia, turut mengoptimalkan bauran kebijakan makroprudensial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Kami tidak hanya memiliki kebijakan moneter dan sistem pembayaran, tetapi juga kebijakan makroprudensial yang belakangan ini sangat aktif digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

3. Stabilitas yang terjaga diharapkan dongkrak pertumbuhan ekonomi

Dengan bauran kebijakan tersebut, Bank Indonesia berharap stabilitas tetap terjaga sekaligus mendukung momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Adapun, BI mempertahankan BI Rate tetap 4,75 persen. Deposit Facility 3,7 persen dan Lending Facility 5,5 persen.

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen Sepanjang 2025 Konektivitas sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Advertisements