PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR), entitas holding terkemuka di bawah Grup Bakrie, secara strategis memaparkan pandangannya mengenai kondisi ideal yang harus terpenuhi sebelum membawa anak-anak usahanya melantai di bursa saham melalui penawaran umum perdana saham (IPO). Ini menandakan pendekatan yang terukur dan cermat dalam mengembangkan portofolio bisnisnya.
Anindya N. Bakrie, Direktur Utama & CEO BNBR, menegaskan bahwa saat ini perseroan belum memiliki rencana konkret untuk melangsungkan IPO anak usaha lainnya. Prioritas utama BNBR adalah memperkuat dan mengembangkan setiap lini bisnis yang terintegrasi dalam ekosistem bisnis Bakrie di bawah payung holding, guna memastikan fondasi yang kokoh sebelum melangkah ke pasar modal.
Langkah terakhir BNBR dalam memperkenalkan anak usahanya ke publik adalah melalui PT Vktr Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR), yang sukses melantai di bursa pada 19 Juni 2023. Struktur kepemilikan VKTR menunjukkan BNBR menggenggam 56,94% saham secara langsung, sementara 43,86% sisanya dimiliki secara tidak langsung melalui PT Bakrie Metal Industries (BMI), di mana BNBR memiliki 99,99% sahamnya. Hal ini menunjukkan komitmen perseroan terhadap sektor mobilitas berkelanjutan.
“Selain VKTR, kami memiliki entitas seperti Modula dan Helio, serta bagian dari Bakrie Part Industri bersama Bakrie Metal Industri. Semua ini secara berkelanjutan kami kembangkan, baik di segmen oil and gas maupun non-oil and gas, serta pada berbagai proyek konstruksi lainnya,” jelas Anindya Bakrie saat ditemui di Bakrie Tower, Jakarta, pada Jumat (27/2/2026). Ia menambahkan, fokus juga diarahkan pada pengembangan sektor pipa gas untuk menciptakan arus kas yang stabil dan positif bagi perusahaan.
Dalam menilik struktur grup yang luas, BNBR secara langsung menaungi enam anak usaha strategis, termasuk VKTR. Anak-anak perusahaan tersebut meliputi PT Bakrie Metal Industries (dengan kepemilikan 99,99%), PT Bakrie Building Industries (99,99%), PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) (99,99%), PT Bakrie Harper (70%), dan PT Kreasindo Jaya Utama (99,99%). Diversifikasi ini mencerminkan jangkauan bisnis BNBR yang luas di berbagai sektor vital.
Lebih lanjut, terdapat PT Helio Synar yang aktif di sektor energi terbarukan (EBT), di mana kepemilikannya berada di bawah PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN). Tak kalah inovatif adalah PT Modula Tiga Dimensi, sebuah perusahaan patungan antara BNBR dengan Cobod International dari Denmark, yang bergerak di garis depan teknologi percetakan bangunan 3 dimensi (3D printing). Kehadiran entitas ini menggarisbawahi komitmen BNBR terhadap inovasi dan teknologi masa depan.
Anindya Bakrie merinci bahwa ada tiga kondisi utama yang dianggap ideal untuk membawa anak usaha BNBR menjadi perusahaan terbuka. Pertama adalah tingkat kesiapan bisnis masing-masing entitas. Kedua, mempertimbangkan kebutuhan finansial dan strategis perusahaan itu sendiri. Dan yang ketiga, adalah melihat kekuatan pasar modal yang mendukung dan kondusif bagi aksi korporasi tersebut.
Sebagai contoh keberhasilan pengembangan bisnis, Anindya menyoroti akuisisi Tol Cimanggis-Cibitung oleh PT Bakrie Toll Indonesia (BTI), salah satu anak usaha BNBR. Ruas tol sepanjang 26 kilometer ini diperkirakan mampu menghasilkan pendapatan Rp3 miliar per hari, dengan rata-rata 43.000 kendaraan melintas setiap harinya. Akuisisi ini menunjukkan potensi kuat di sektor infrastruktur dan kemampuan BNBR dalam mengelola aset bernilai tinggi.
Menatap tahun 2026, Anindya melanjutkan, BNBR akan semakin fokus dalam mendalami dan memperkuat bisnis di setiap anak usaha. Di bawah naungan PT Bakrie Metal Industries (BMI), misalnya, PT Bakrie Pipe Industries (BPI) didorong untuk menjadi pemimpin pasar dalam penyediaan pipa industri oil and gas dan non-oil and gas. “Dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan lifting migas, ini jelas menjadi pangsa pasar yang signifikan bagi kami. Demikian pula, sektor non-migas yang didukung oleh dorongan pemerintah untuk terus mengembangkan infrastruktur, juga membuka peluang pasar yang besar,” pungkasnya, menunjukkan strategi BNBR yang selaras dengan prioritas pembangunan nasional.
Selain itu, di segmen komoditas, BNBR juga proaktif membidik peluang di sektor gas melalui PT Bakrie Gas (BG), yang merupakan anak usaha di bawah kepemilikan PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN). Ini menegaskan diversifikasi portofolio energi perusahaan.
Dalam menghadapi masa depan, VKTR akan terus menjadi ujung tombak perseroan dalam menggarap bisnis energi terbarukan yang sedang berkembang pesat. Sementara itu, untuk Modula, BNBR melihat potensi besar pada segmen 3D printing. “Melihat program pemerintah yang gencar membangun 3 juta rumah setiap tahunnya, teknologi 3D printing berpotensi besar untuk menjadi solusi konstruksi yang efisien dan cepat jika berhasil memenuhi ekspektasi,” kata Anindya, menggarisbawahi relevansi Modula dengan proyek-proyek strategis nasional.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.