Bursa Efek Pakistan hentikan perdagangan usai saham jatuh terbesar dalam sejarah

Pasar saham Pakistan mengalami guncangan hebat, mencatat penurunan terparah sepanjang sejarahnya. Kejatuhan dramatis ini dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, menyusul serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Advertisements

Mengutip laporan dari Bloomberg, Indeks KSE-30 anjlok signifikan sebesar 9,6 persen pada sesi perdagangan awal. Kondisi ini secara otomatis memicu penghentian perdagangan selama satu jam, sesuai pernyataan resmi dari Bursa Efek Pakistan. Perdagangan dijadwalkan kembali dilanjutkan pada pukul 10:27 waktu setempat.

Di tengah memanasnya situasi regional, Pakistan juga dilanda gelombang protes pro-Iran di berbagai wilayah. Insiden paling mematikan terjadi pada Minggu, ketika sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas dalam bentrokan dengan aparat kepolisian. Mereka berupaya menyerbu gerbang Konsulat AS yang terletak di Karachi, kota pelabuhan utama di Pakistan, menandai semakin dalamnya dampak konflik eksternal ke ranah domestik.

“Ketegangan yang meluas di Timur Tengah telah menyebabkan pasar bergejolak, diperparah oleh aksi protes pro-Iran di seluruh negeri,” jelas Bilal Khan, Kepala Penjualan Ekuitas Internasional di Arif Habib, sebuah perusahaan pialang terkemuka yang berbasis di Karachi. Ia menambahkan bahwa investor kemungkinan akan melihat peluang beli di kemudian hari, terutama setelah sebagian besar investor dengan kepercayaan diri rendah telah memutuskan untuk keluar dari pasar.

Advertisements

Selain gejolak di Timur Tengah, Pakistan juga menghadapi peningkatan ketegangan dengan Afghanistan. Hubungan kedua negara memburuk hingga Pakistan mendeklarasikan “perang terbuka” setelah serangkaian serangan lintas perbatasan. Konflik ini bahkan dilaporkan telah mencapai ibu kota Afghanistan dan menewaskan setidaknya ratusan orang, menambah daftar panjang tantangan keamanan yang dihadapi negara tersebut.

Situasi penjualan massal di pasar saham ini tampaknya semakin diperparah oleh pelepasan paksa yang dilakukan oleh pialang pada akun ritel yang menggunakan skema leverage. Ali Raza, Kepala Perdagangan Ekuitas Internasional di BMA Capital Management, mengemukakan bahwa faktor teknis ini turut memberikan tekanan signifikan pada pasar, memperparah aksi jual yang sudah terjadi.

Advertisements