Penumpang pesawat turun nyaris 10% usai puncak libur Lebaran

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya tren penurunan signifikan dalam jumlah penumpang di seluruh moda transportasi pada Januari 2026, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Penurunan paling drastis tercatat pada sektor angkutan udara, di mana volume penumpang terkoreksi hampir 10%, menjadi indikator utama perlambatan aktivitas perjalanan pasca-liburan.

Advertisements

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa fenomena ini lumrah terjadi setelah berakhirnya periode puncak atau peak season libur Natal dan Tahun Baru 2025. Selain faktor musiman tersebut, kondisi cuaca ekstrem berupa curah hujan yang tinggi sepanjang Januari 2026 juga turut memberikan dampak, khususnya mengganggu kelancaran operasional pelayaran laut dan angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP).

Secara lebih rinci, data BPS menunjukkan bahwa angkutan udara domestik hanya mencatatkan 4,92 juta penumpang pada Januari 2026. Angka ini merefleksikan penurunan tajam sebesar 9,94% secara bulanan (month-to-month/mtm) dan bahkan terkontraksi 3,33% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Sementara itu, angkutan udara internasional juga mengalami koreksi tipis sebesar 1,02% secara bulanan, dengan total 1,77 juta penumpang. Meskipun demikian, sektor ini masih mampu menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 2,04% secara tahunan.

Tren penurunan serupa juga melanda moda transportasi laut domestik, yang turun tipis 0,45% secara bulanan menjadi 2,61 juta penumpang, serta menurun 0,55% secara tahunan. Di sisi lain, angkutan kereta api mencatatkan 48,10 juta penumpang, mengalami penurunan 5,10% dibandingkan Desember 2025. Namun, menariknya, sektor kereta api justru menunjukkan performa yang kontras dengan lonjakan signifikan sebesar 10,94% jika dilihat secara tahunan. Angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP) tidak luput dari dampak penurunan, dengan total 4,29 juta penumpang, yang berarti terkoreksi 8,72% secara bulanan dan 3,67% dibandingkan Januari 2025.

Advertisements

Tak hanya pada sektor penumpang, BPS juga merilis data terkait penurunan volume angkutan barang pada beberapa moda transportasi secara tahunan. Angkutan laut domestik tercatat mengangkut 37,49 juta ton barang, menunjukkan penurunan 1,05% dibandingkan Januari 2025. Angkutan kereta api juga mengalami koreksi, dengan volume 5,33 juta ton atau turun 7,90%. Penurunan paling dalam pada angkutan barang justru terjadi di angkutan udara domestik, yang hanya mencapai 53,0 ribu ton, atau turun drastis 13,01% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Advertisements