Jokowi hingga SBY Hadir ke Istana Penuhi Undangan Makam Malam Prabowo

Presiden Prabowo Subianto menghelat sebuah acara penting di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (3/3), dengan mengundang para presiden dan wakil presiden terdahulu untuk santap malam bersama. Undangan kehormatan ini tidak hanya ditujukan kepada para pemimpin negara, tetapi juga kepada mantan menteri luar negeri dan delapan ketua umum partai politik (parpol), menandai sebuah forum silaturahmi politik akbar yang mempertemukan berbagai figur nasional.

Advertisements

Di antara para tokoh yang hadir, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) kembali melangkah masuk ke halaman Istana Merdeka. Tempat ini telah menjadi saksi bisu satu dekade penuh aktivitas kenegaraannya, dari tahun 2014 hingga 2024 silam. Kali ini, ia hadir tidak dalam kapasitas sebagai kepala negara, melainkan sebagai tamu undangan dalam sebuah pertemuan yang bernuansa kekeluargaan sekaligus strategis.

Kedatangan Jokowi disambut dengan alunan musik korps Paspampres yang mengiringi mobil listrik sedan hitam BMWi7 yang membawanya memasuki gerbang utama Istana. Ia sempat melambaikan tangan kepada awak media yang menanti di luar sebelum memasuki kawasan inti Istana, menyapa dengan singkat, “Kabar baik, sehat.”

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi tampak mengenakan kemeja batik dengan motif dominan emas dan hitam, memberikan kesan elegan. Setibanya di Lobi Istana, ia disambut langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letnan Kolonel TNI Teddy Indra Wijaya, menunjukkan tingkat sambutan yang istimewa bagi mantan presiden.

Advertisements

Makan malam bersama tersebut dilanjutkan dengan sesi diskusi tertutup yang membahas sejumlah isu strategis terkini. Pertemuan ini dirancang untuk menciptakan ruang dialog antara berbagai lapisan pemimpin dan tokoh bangsa, guna saling bertukar pandangan dalam suasana yang konstruktif.

Turut hadir dalam acara ini adalah para pemimpin bangsa terdahulu seperti Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden RI ke-13 Ma’ruf Amin, Wakil Presiden RI ke-11 Boediono, serta Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla. Kehadiran mereka menegaskan esensi persatuan dan kesinambungan kepemimpinan nasional.

Selain itu, sejumlah tokoh politik nasional dan pimpinan partai juga tampak memenuhi undangan, termasuk Menteri Luar Negeri periode 1999–2001, Alwi Shihab, dan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani. Kehadiran mereka menambah bobot representasi politik dalam forum ini.

Para ketua umum partai politik yang hadir meliputi Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh; Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia; Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar; Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf; serta Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. Kehadiran para pimpinan partai ini menunjukkan komitmen untuk berdialog dan menjalin silaturahmi lintas faksi.

Beberapa menteri dan kepala badan dari Kabinet Merah Putih juga terpantau hadir dalam forum penting tersebut. Seskab Teddy menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah sebuah forum silaturahmi dan ajang untuk saling bertukar pandangan di antara para pemimpin.

Lebih lanjut, menurut Teddy, Presiden Prabowo berkeinginan kuat untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai wadah berdialog dan bertukar gagasan dengan para tokoh yang hadir. Diskusi mencakup beragam topik, termasuk situasi geopolitik yang berkembang belakangan ini. “Semuanya dibahas,” tegas Teddy, mengindikasikan bahwa pertemuan tersebut mencakup pembahasan yang komprehensif dan mendalam.

Advertisements