
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan, mencatat kinerja gemilang dalam mendukung pembiayaan perumahan nasional. Sepanjang tahun 2025, SMF berhasil menyalurkan dana sebesar Rp 20,88 triliun kepada berbagai lembaga penyalur pembiayaan perumahan. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 17,01 triliun, menegaskan peran krusial SMF dalam memperluas akses kepemilikan hunian bagi masyarakat.
Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, mengungkapkan bahwa total pendanaan yang berhasil dihimpun oleh perseroan sepanjang tahun 2025 mencapai Rp 10,6 triliun. Sebagai BUMN yang memiliki mandat strategis, SMF memegang porsi penting sebesar 25 persen dalam fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Kontribusi ini diwujudkan melalui kombinasi penyertaan modal negara (PMN) dan penerbitan surat utang. Ananta menjelaskan lebih lanjut di Jakarta pada Rabu (4/3) bahwa penyaluran dana tersebut merupakan hasil optimalisasi PMN dengan skema leveraging sebesar 1,9 kali, yang didukung oleh penerbitan surat utang senilai Rp 17,94 triliun. Skema ini memastikan setiap PMN yang diterima dapat dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan.
Selain berperan dalam program FLPP, SMF juga memperkuat akses pembiayaan perumahan bagi segmen masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan formal. Fokus utama diberikan kepada masyarakat berpenghasilan tidak tetap dan pekerja di sektor informal, sejalan dengan dukungan terhadap Program Perumahan Nasional, khususnya target 3 Juta Rumah. Langkah ini menunjukkan komitmen SMF untuk menciptakan inklusi finansial dalam sektor perumahan.
Salah satu inisiatif nyata SMF adalah program Griya Tunas. Pada tahun 2025, melalui kerja sama dengan lembaga keuangan, SMF telah menyalurkan kredit mikro perumahan untuk 52.142 rumah. Pencapaian ini melampaui target pemerintah yang ditetapkan sebanyak 50.000 rumah untuk akses pembiayaan renovasi hunian. Keberhasilan ini menggarisbawahi efektivitas program dalam membantu masyarakat kecil memperbaiki kualitas tempat tinggal mereka. Untuk tahun ini, SMF bertekad melanjutkan partisipasinya dalam program Griya Nusantara dan Griya Tunas, memperluas jangkauan manfaat yang diberikan.
Sebagai fiscal tools pemerintah, SMF menjalankan mandat vital dalam mendukung program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) FLPP yang diimplementasikan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Sejak tahun 2018, SMF telah secara konsisten menyediakan porsi pendanaan sebesar 25 persen untuk penyaluran KPR FLPP. Pemenuhan porsi pendanaan ini berasal dari PMN yang kemudian dioptimalkan melalui skema blended financing dan penerbitan surat utang. Strategi ini dirancang untuk menjamin keberlanjutan dan optimalisasi pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Hingga Desember 2025, total penyaluran SMF secara kumulatif telah mencapai Rp 34,37 triliun, yang setara dengan pembiayaan untuk 904.568 unit rumah. Penyaluran masif ini juga merupakan buah dari optimalisasi PMN melalui skema leveraging sebesar 1,9 kali, didukung oleh penerbitan surat utang senilai Rp 17,94 triliun. “Sebagai alat fiskal pemerintah, SMF memastikan setiap PMN yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal melalui skema leverage yang prudent dan terukur. Hal ini menjadi bentuk tanggung jawab kami dalam mendukung akses dan keterjangkauan pembiayaan perumahan secara berkelanjutan,” ujar Ananta.
Menatap masa depan, SMF akan terus mengoptimalkan peran strategisnya melalui berbagai inisiatif inovatif. Ini termasuk sosialisasi surat utang SMF sebagai underlying instrumen repo Bank Indonesia guna memperkuat likuiditas pasar, serta mengoptimalkan peran SMF Research Institute (SRI) dalam mendukung perumusan kebijakan sektor perumahan. SMF juga berkomitmen menyediakan dana jangka panjang melalui inovasi produk keuangan yang berkelanjutan, menjawab tantangan dan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
“Pada tahun 2026, kami akan terus mengakselerasi peran strategis SMF dalam membangun sektor pembiayaan perumahan yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan. Ini sejalan dengan program pemerintah untuk memastikan akses hunian yang layak bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Ananta, menegaskan visi jangka panjang SMF dalam mewujudkan kesejahteraan melalui penyediaan hunian.