Mengintip kans Ramayana (RALS) jelang Lebaran, Lo Kheng Hong punya saham Rp 78 M

Investor legendaris Lo Kheng Hong, yang kerap dijuluki ‘Warren Buffett Indonesia’, kembali menjadi sorotan setelah kepemilikannya di saham PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) terungkap. Prospek saham emiten ritel ini dinilai sangat menjanjikan, terutama dengan momentum perayaan Lebaran Idul Fitri 2026 yang jatuh pada bulan ini, diperkirakan akan memicu penguatan harga.

Advertisements

Merujuk data Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka di atas 1% per 27 Februari 2026, Lo Kheng Hong tercatat menggenggam 153,25 juta lembar saham RALS, setara dengan 2,16% dari total saham yang beredar. Selain sang investor ulung, daftar pemegang saham lainnya dengan kepemilikan signifikan di atas 1% meliputi PT Ramayana Lestari Sentosa sebagai pengendali dengan 57,28%, Paulus Tumewu sebesar 3,66%, serta PT Jakarta Intiland yang memiliki 2,20%.

Di lantai Bursa Efek Indonesia, saham RALS terpantau diperdagangkan pada level Rp 510 per saham per Rabu (4/3) waktu setempat. Berdasarkan harga tersebut, nilai investasi Lo Kheng Hong di RALS diperkirakan mencapai angka fantastis, sekitar Rp 78,15 miliar. Performa saham ini pun tak kalah menarik, dengan mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 18,06% dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

Meskipun demikian, hingga Kamis (5/3), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk belum secara resmi merilis laporan keuangan tahunan 2025 secara lengkap. Namun, data yang tersedia menunjukkan bahwa pada kuartal ketiga 2025, RALS berhasil membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 272,97 miliar, sebuah peningkatan solid sebesar 8% dibandingkan Rp 252,74 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Advertisements

Ironisnya, di tengah kenaikan laba bersih tersebut, pendapatan perseroan justru mengalami penurunan. Penjualan barang beli putus tercatat sebesar Rp 1,36 triliun, menyusut signifikan dari Rp 1,57 triliun secara tahunan (year-on-year/yoy). Tidak hanya itu, komisi penjualan konsinyasi juga ikut terkoreksi menjadi Rp 509,32 miliar, dari sebelumnya Rp 539,76 miliar yoy.

Akibatnya, total pendapatan RALS selama sembilan bulan pertama 2025 hanya mencapai Rp 1,87 triliun. Angka ini merefleksikan penurunan sebesar 11,37% dibandingkan dengan Rp 2,11 triliun yang dicapai pada periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan tantangan dalam sisi penjualan.

Namun, penurunan pendapatan tersebut sejalan dengan penyusutan beban pokok pendapatan perseroan yang menjadi Rp 870,56 miliar, dari Rp 1,04 triliun secara tahunan. Ini menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga marjin keuntungan RALS di tengah tekanan penjualan.

Sebagai informasi, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk adalah raksasa ritel di Indonesia yang mengoperasikan jaringan department store dan supermarket populer seperti Ramayana serta Robinson. Perseroan ini dikenal menyediakan beragam produk esensial, mulai dari pakaian, aksesori, tas, sepatu, hingga kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Fenomena unik yang selalu terjadi adalah gerai-gerai Ramayana selalu dipadati pengunjung, khususnya menjelang perayaan Idul Fitri, menciptakan lonjakan transaksi signifikan. Perusahaan ritel ini memiliki sejarah panjang, didirikan pada tahun 1978 dan kemudian melantai di bursa melalui Penawaran Umum Perdana (IPO) pada tahun 1996 dengan harga penawaran Rp 3.200 per saham.

Advertisements