Hippindo waspadai dampak konflik Timur Tengah terhadap logistik ritel

Krisis geopolitik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah memicu perhatian serius dari Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo). Organisasi ini menyoroti potensi dampak signifikan terhadap sektor ritel di Tanah Air, khususnya dalam kenaikan biaya logistik dan harga barang impor.

Advertisements

Ketua Hippindo, Budihardjo Iduansjah, menjelaskan bahwa meski dampak langsung belum terasa, pihaknya sangat mengkhawatirkan konsekuensi jangka panjang apabila gejolak global ini terus berlarut. Situasi yang tidak menentu ini, lanjutnya, berpotensi menciptakan serangkaian masalah yang dapat mengganggu stabilitas pasar domestik.

“Saat ini dampaknya memang belum terasa secara langsung. Namun, kekhawatiran terbesar kami adalah jika konflik ini berlarut-larut dalam jangka panjang, pasti akan timbul banyak masalah,” ungkap Budihardjo. Pernyataan ini disampaikannya dalam kesempatan konferensi pers Opening Ceremony & Buka Bersama BINA (Belanja di Indonesia Aja) Lebaran 2026, di Senayan City, Jakarta Selatan, pada Jumat (6/3).

Salah satu risiko fundamental yang menjadi perhatian utama Hippindo adalah potensi penguatan nilai tukar dolar AS (USD). Kenaikan USD secara langsung akan mengakibatkan lonjakan biaya bahan baku dan harga barang impor, yang tak terhindarkan akan membebani pelaku usaha ritel.

Advertisements

“Sektor ritel akan sangat terdampak jika dolar AS terus menguat,” jelas Budihardjo. “Peningkatan nilai USD secara otomatis akan menaikkan harga bahan baku. Artinya, produk-produk yang diimpor dan dibayar menggunakan dolar akan mengalami kenaikan harga signifikan di pasar Indonesia.”

Selain fluktuasi mata uang, disrupsi pada jalur pelayaran internasional akibat konflik juga menjadi ancaman serius. Gangguan ini berpotensi besar meningkatkan biaya logistik secara drastis. Kapal-kapal kargo mungkin terpaksa mengambil rute yang lebih panjang dan tidak efisien, yang pada akhirnya memicu kenaikan ongkos pengiriman kontainer dan menekan margin keuntungan ritel.

Budihardjo menekankan bahwa apabila konflik di Timur Tengah tidak segera mereda, dampak-dampak tersebut akan menciptakan efek berantai yang luas dan merusak seluruh ekosistem perdagangan ritel di Indonesia. Kondisi ini bisa berujung pada ketidakstabilan harga dan ketersediaan barang.

“Seluruh ekosistem ritel dapat terganggu. Oleh karena itu, kami sangat berharap konflik ini dapat diselesaikan secepatnya, agar tidak berlarut-larut,” tambahnya, menyerukan penyelesaian damai.

Bidik Penguatan Perputaran Ekonomi Dalam Negeri

Menyikapi potensi ancaman ini, Hippindo proaktif mengusulkan strategi antisipasi dengan mendorong penguatan pasar domestik melalui peningkatan konsumsi dalam negeri. Menurut Budihardjo, situasi global yang penuh ketidakpastian ini justru bisa menjadi momentum strategis untuk mengakselerasi dan memperkuat perputaran roda ekonomi di Indonesia.

“Alternatif paling efektif saat ini adalah memperkuat perdagangan di dalam negeri. Dengan belanja di Indonesia saja, kita akan menemukan solusi yang berkelanjutan,” tegas Budihardjo, menekankan pentingnya patriotisme ekonomi.

Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk secara aktif meningkatkan aktivitas wisata dan belanja di pasar domestik. Inisiatif ini krusial untuk memastikan perputaran uang tetap berdenyut kuat di ekosistem perekonomian nasional, bukan justru mengalir ke luar.

Budihardjo optimis bahwa penguatan perputaran uang di dalam negeri akan membawa dampak positif yang meluas ke berbagai sektor ekonomi. Manfaatnya akan terasa mulai dari industri ritel, transportasi, hingga perhotelan, menciptakan geliat ekonomi yang merata.

“Apabila uang berputar di Indonesia, seluruh elemen masyarakat akan merasakan manfaatnya. Toko-toko akan ramai, sektor transportasi dan perhotelan akan bergairah, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pun akan turut bergerak. Ini adalah momentum emas yang harus kita manfaatkan bersama,” pungkas Budihardjo, mengajak seluruh pihak bersinergi untuk kemajuan ekonomi nasional.

Advertisements