BEI catat investor saham syariah tembus hampir 220 ribu

Indonesia kini menyaksikan geliat signifikan di sektor pasar modal syariah. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi bahwa segmen ini telah menunjukkan tren positif yang stabil dalam empat hingga lima tahun terakhir, menandai era pertumbuhan pesat. Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyoroti data menarik yang menggambarkan dominasi saham syariah di bursa.

Advertisements

Dalam sambutannya pada acara Peluncuran IDX Mobile Sharia di Gedung BEI, Jakarta, Senin (9/3), Jeffrey Hendrik mengungkapkan bahwa dari total 956 saham yang tercatat, sebanyak 672 di antaranya, atau sekitar 70 persen, telah dikategorikan sebagai saham syariah. Tak hanya itu, kontribusi investasi berbasis syariah juga mendominasi kapitalisasi pasar, mencapai angka 56 persen dari keseluruhan.

Dinamika pertumbuhan positif ini turut tercermin dari lonjakan jumlah investor syariah. Jeffrey memaparkan bahwa dalam kurun waktu empat hingga lima tahun terakhir, jumlah investor syariah telah melonjak drastis, dari semula hanya sekitar 85 ribu menjadi mendekati 220 ribu, menunjukkan peningkatan minat dan kepercayaan masyarakat terhadap investasi syariah.

BEI Luncurkan IDX Mobile Mode Syariah

Advertisements

Menyikapi perkembangan yang membanggakan ini, Jeffrey melanjutkan bahwa dalam momentum peringatan 15 tahun kebangkitan pasar modal syariah di Indonesia, BEI telah meluncurkan mode syariah pada aplikasi IDX Mobile. Inovasi ini dirancang khusus untuk mempermudah masyarakat dalam memahami dan mempelajari seluk-beluk pasar modal syariah secara lebih mendalam dan aksesibel.

Mode syariah pada aplikasi IDX Mobile dilengkapi dengan serangkaian fitur utama yang komprehensif, dirancang untuk mendukung perjalanan setiap investor syariah. Fitur-fitur tersebut meliputi Sharia Equity Market, Sukuk Market, Sharia Virtual Trading, Sharia Education Portal, serta Fatwa & Regulation. Melalui satu platform terpadu ini, pengguna dapat dengan mudah memperoleh informasi mendalam mengenai saham syariah dan sukuk, melakukan simulasi transaksi secara virtual, memahami ketentuan regulasi dan fatwa yang berlaku, serta mengakses beragam materi edukasi. Jeffrey berharap, dengan kemudahan dan kelengkapan informasi ini, pertumbuhan pasar modal syariah di Indonesia akan semakin cepat terwujud.

Jeffrey juga menegaskan bahwa nilai-nilai investasi berbasis syariah memiliki sifat universal. Oleh karena itu, inklusivitas pasar modal syariah tidak terbatas pada kelompok agama atau keyakinan tertentu. Sebaliknya, pintu terbuka lebar bagi seluruh kalangan yang berkeinginan untuk berinvestasi dengan prinsip manajemen risiko yang lebih baik dan etis, menjadikannya pilihan investasi yang relevan bagi siapa saja.

Mengakhiri sambutannya, Jeffrey berharap, “Semoga inovasi yang kami perkenalkan hari ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ekosistem pasar modal syariah Indonesia.” Peluncuran mode syariah pada aplikasi IDX Mobile ini menjadi bukti nyata komitmen BEI dalam menyediakan platform yang tidak hanya informatif dan edukatif, tetapi juga inklusif, sehingga dapat mendukung perjalanan setiap investor syariah dari tahap pembelajaran hingga pengambilan keputusan investasi yang tepat.

Advertisements