
Mendekati penghujung bulan suci Ramadan 1447 H, pertanyaan mengenai “hari ini 10 Maret 2026 puasa ke berapa?” menjadi sorotan utama bagi umat Muslim di Indonesia. Informasi ini krusial untuk mengoptimalkan ibadah dan meraih keberkahan di malam-malam terakhir Ramadan yang istimewa. Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, Selasa, 10 Maret 2026 jatuh pada 20 Ramadan 1447 H menurut versi pemerintah dan Nahdlatul Ulama. Sementara itu, bagi organisasi Muhammadiyah yang memulai puasa sehari lebih awal, tanggal tersebut bertepatan dengan 21 Ramadan 1447 H.
Hari Ini 10 Maret 2026 Puasa ke Berapa?
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, mari kita tinjau kembali kalender Ramadan 1447 H secara rinci, khususnya mengenai posisi puasa pada 10 Maret 2026.
Baca juga:
- Hari ini 5 Maret 2026 Puasa ke Berapa? Ini Perkiraan Terakhir Puasa 1447 H
- Hari ini 4 Maret 2026 Puasa ke Berapa? Ini Kalender Ramadan 1447 H
- Hari Puasa ke Berapa Sekarang (2 Maret)? Ini Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
1. Versi Pemerintah dan Nahdlatul Ulama
• 1 Ramadan 1447 H: 19 Februari 2026
• 10 Ramadan 1447 H: 28 Februari 2026
• 20 Ramadan 1447 H: 10 Maret 2026
• 30 Ramadan 1447 H: 20 Maret 2026
2. Versi Muhammadiyah
• 1 Ramadan 1447 H: 18 Februari 2026
• 10 Ramadan 1447 H: 27 Februari 2026
• 20 Ramadan 1447 H: 9 Maret 2026
• 30 Ramadan 1447 H: 19 Maret 2026
10 Hari Terakhir Ramadan 1447 H: Meraih Puncak Keberkahan
Bulan suci Ramadan senantiasa membawa atmosfer spiritual yang istimewa bagi seluruh umat Muslim di penjuru dunia. Momen ini adalah kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas ibadah dan menggapai pahala berlipat ganda. Tak terkecuali, sepuluh hari terakhir Ramadan merupakan periode yang paling dinanti, sarat akan keutamaan dan keberkahan. Memasuki fase krusial ini, penting bagi kita untuk mengetahui amalan-amalan istimewa yang dianjurkan:
1. Memperpanjang Salat Malam
Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, Rasulullah SAW memberikan teladan istimewa dengan tetap terjaga dan meminimalisir istirahat. Beliau menghidupkan malam-malam tersebut dengan beragam ibadah, mulai dari salat, zikir, hingga aktivitas spiritual lainnya hingga terbit fajar. Sunah ini juga beliau anjurkan kepada seluruh anggota keluarganya, agar bersama-sama merasakan keutamaan dan kekhusyukan beribadah di penghujung Ramadan. Sebagaimana penuturan Aisyah RA:
“Ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah SAW bersungguh-sungguh dalam beribadah, menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk turut beribadah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
2. Memperbanyak Sedekah
Meningkatkan sedekah merupakan amalan utama di sepuluh hari terakhir Ramadan. Ini adalah wujud syukur atas karunia dipertemukan kembali dengan bulan penuh berkah, sekaligus penyempurna ibadah puasa dan amalan lainnya. Allah SWT berfirman:
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (Qs. As-Sajdah: 16)
Sedekah yang dimaksud tidak terbatas pada zakat fitrah atau zakat mal, melainkan juga sangat dianjurkan untuk memperbanyak sedekah sunah. Tujuannya adalah berbagi kebahagiaan dan meringankan beban kaum dhuafa dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bentuk sedekah bisa bermacam-macam, meliputi harta, pangan, pakaian, paket sembako untuk yatim dan dhuafa, serta berbagai bentuk bantuan lainnya yang mendatangkan manfaat.
3. I’tikaf
Amalan lain yang sangat dianjurkan adalah i’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid dengan niat beribadah semata-mata kepada Allah SWT. Seseorang yang beri’tikaf hanya diperbolehkan meninggalkan masjid untuk keperluan yang sangat mendesak. Selama beri’tikaf, berbagai kegiatan spiritual dapat dilakukan, seperti berzikir, berdoa, membaca Al-Qur’an, menunaikan salat sunah, berselawat, bertaubat, beristigfar, serta ibadah-ibadah lain yang mempererat hubungan dengan Sang Pencipta.
Rasulullah SAW sendiri memberikan contoh:
“Rasulullah SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.” (HR. Muttafaq ‘alaih)
4. Tilawah Al-Qur’an
Membaca dan merenungi ayat-ayat suci Al-Qur’an atau tilawah merupakan amalan yang sangat dianjurkan, terutama di sepuluh hari terakhir Ramadan. Banyak umat Islam memanfaatkan kesempatan ini untuk bertilawah sepanjang malam, baik di masjid maupun di kediaman masing-masing. Tilawah Al-Qur’an adalah ibadah yang relatif ringan namun memiliki keutamaan serta pahala yang sangat besar di sisi Allah SWT.
Dengan mengetahui secara pasti “hari ini 10 Maret 2026 puasa ke berapa”, umat Muslim dapat lebih terarah dalam menjaga konsistensi ibadah harian. Pemahaman akan kalender puasa ini juga esensial untuk mengamalkan sunah, serta mempersiapkan diri secara optimal dalam menyambut sepuluh hari terakhir Ramadan 1447 H yang dipenuhi keberkahan dan keutamaan. Semoga setiap langkah ibadah kita di bulan suci ini diterima oleh Allah SWT.