
Istana Kepresidenan membeberkan alasan di balik penempatan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) di berbagai objek vital nasional dan sentra perekonomian di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil sebagai upaya rutin menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya selama periode krusial mudik Lebaran.
Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto, menegaskan bahwa pengerahan personel ini merupakan bagian dari standar operasional prosedur (SOP) yang selalu dilaksanakan menjelang dan selama perayaan Hari Raya Lebaran. Menurutnya, penempatan personel TNI menyasar lokasi-lokasi strategis yang menjadi simpul pergerakan masyarakat, seperti bandara, pelabuhan laut dan sungai, stasiun kereta api, serta terminal bus di berbagai wilayah.
Tak hanya di titik transportasi, aparat keamanan juga dikerahkan untuk menjaga sejumlah fasilitas vital lainnya, termasuk kantor-kantor PLN. Penjagaan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran seluruh aktivitas masyarakat, terutama selama puncak arus mudik dan balik. “Ini adalah langkah rutin untuk menjaga kondusivitas dalam pelaksanaan libur Lebaran dan proses mudik ke kampung halaman masing-masing,” ujar Aries di Istana Merdeka Jakarta, pada Selasa (10/3).
Pengerahan personel TNI ke berbagai objek vital nasional ini merupakan implementasi dari salah satu instruksi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Panglima TNI mengeluarkan telegram yang memerintahkan siaga tingkat 1 bagi seluruh jajaran TNI. Instruksi penting ini tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026, yang telah ditandatangani oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letnan Jenderal Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026.
Sebagai contoh konkret dari pengerahan ini, prajurit TNI juga terlihat berjaga di Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Aries menjelaskan bahwa kehadiran personel TNI di kawasan Monas merupakan bagian integral dari upaya pengamanan menyeluruh menjelang Lebaran. Langkah ini diambil untuk meningkatkan penjagaan dan memastikan bahwa masyarakat dapat merayakan libur Lebaran dengan aman dan tenang. “Supaya rakyat liburan ke kampung masing-masing dalam keadaan aman,” tambahnya.
Peringatan HUT ke-80 TNI (ANTARA FOTO/Fauzan/nym.)
Melalui Telegram tersebut, Panglima TNI mengeluarkan tujuh instruksi utama kepada seluruh satuan di lingkungan TNI, yang menunjukkan tingkat kesiapsiagaan yang tinggi. Pertama, Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI diinstruksikan untuk menyiagakan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di jajarannya, serta melaksanakan patroli intensif di objek vital strategis dan sentra perekonomian. Lokasi yang menjadi fokus utama meliputi bandara, pelabuhan laut dan sungai, stasiun kereta api, terminal bus, serta fasilitas krusial seperti kantor PLN.
Kedua, Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) diperintahkan untuk meningkatkan deteksi dini dan pengamatan udara secara terus-menerus selama 24 jam penuh. Ketiga, Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI diinstruksikan agar para atase pertahanan RI di negara-negara yang dilanda konflik mendata dan memetakan situasi secara cermat, serta menyiapkan rencana evakuasi warga negara Indonesia (WNI) jika diperlukan. Langkah ini akan dikoordinasikan secara erat dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, serta otoritas terkait sesuai dengan perkembangan eskalasi konflik, khususnya di Timur Tengah.
Keempat, Kodam Jaya/Jayakarta diminta untuk meningkatkan patroli di berbagai objek vital strategis dan kawasan kedutaan asing di wilayah DKI Jakarta. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi segala perkembangan situasi serta menjaga kondusifitas keamanan ibu kota. Kelima, satuan intelijen TNI diperintahkan untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan terhadap potensi aktivitas kelompok yang mungkin memanfaatkan situasi konflik di Timur Tengah untuk menciptakan gangguan keamanan di dalam negeri.
Keenam, Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) TNI diminta untuk menyiagakan satuan di masing-masing unit mereka. Dan ketujuh, semua perkembangan situasi yang terjadi, sekecil apa pun, diminta untuk segera dilaporkan kepada Panglima TNI sebagai bentuk pembaruan informasi yang berkelanjutan.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigadir Jenderal Aulia Dwi Nasrullah menggarisbawahi bahwa peningkatan kesiapsiagaan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari tugas pokok TNI, sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang TNI. “Salah satu tugas pokok TNI adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara,” tegas Aulia dalam keterangan tertulis yang diterima pada Senin (9/3).