Danantara umumkan Zhejiang Weiming jadi pemenang operator PSEL di Bogor Raya

Bogor Raya kini selangkah lebih maju dalam mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan. Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara) telah resmi menunjuk Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. sebagai mitra pengelola fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau yang dikenal dengan konsep waste to energy untuk wilayah tersebut. Penunjukan ini menandai kemajuan signifikan dalam upaya Indonesia mengatasi tantangan sampah.

Advertisements

Keputusan untuk Bogor Raya melengkapi daftar wilayah yang telah memiliki mitra pengelola PSEL dalam tahap satu program pemerintah. Dari tujuh wilayah aglomerasi yang ditetapkan untuk pembangunan PSEL, empat proyek telah melewati proses lelang. Kini, dengan penunjukan mitra untuk Bogor Raya, total tiga wilayah telah memiliki mitra resmi, menyusul Denpasar Raya dan Bekasi Raya.

Menariknya, Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. menunjukkan dominasinya dalam sektor ini dengan turut memenangkan tender proyek PSEL di wilayah Denpasar Raya. Keberhasilan ganda ini mengukuhkan posisinya sebagai pemain kunci dalam implementasi teknologi waste to energy di Indonesia.

Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, menyampaikan optimismenya. “Penandatanganan hari ini adalah langkah penting selanjutnya dalam upaya kami merealisasikan solusi pengelolaan sampah terintegrasi yang didasarkan pada tata kelola yang baik dan standar operasional tertinggi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (13/3). Pernyataan ini menegaskan komitmen Danantara terhadap praktik terbaik dalam setiap aspek proyek.

Advertisements

Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi dan pengembangan kapasitas lokal. Oleh karena itu, mitra pengelola diwajibkan untuk membentuk konsorsium bersama badan usaha milik daerah (BUMD) dan perusahaan lokal Indonesia. Langkah strategis ini dirancang untuk memastikan adanya transfer teknologi yang efektif, sekaligus memberdayakan ekosistem industri dalam negeri.

Merespons kebijakan tersebut, Pandu Sjahrir menambahkan bahwa “Fasilitas Bogor Raya dikembangkan dengan keandalan operasional yang kuat, pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, serta kolaborasi dan transfer teknologi dengan pemangku kepentingan lokal.” Ini menggarisbawahi pendekatan holistik yang diterapkan dalam pengembangan proyek PSEL Bogor Raya, menggabungkan efisiensi operasional dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Meski demikian, progres tahap satu masih menyisakan beberapa tahapan. Saat ini, pengumuman mitra pengelola PSEL Yogyakarta Raya masih dinanti. Kabarnya, Danantara akan mengumumkan mitra terpilih untuk wilayah tersebut pada pekan depan, menambah daftar kemajuan dalam proyek PSEL nasional.

Di samping itu, ada tiga wilayah aglomerasi lain dalam tahap satu yang belum memulai proses lelang. Informasi terkini menunjukkan bahwa proyek-proyek yang tersisa ini masih memerlukan verifikasi ulang sebelum dapat berpartisipasi dalam proses lelang selanjutnya, menandakan adanya proses evaluasi yang ketat dan menyeluruh.

Lelang PSEL Tahap Kedua Termasuk Jakarta

Seiring dengan berjalannya proses pemilihan mitra untuk proyek PSEL tahap satu, pemerintah telah bergerak cepat untuk menyiapkan tahap kedua. Sebanyak 14 wilayah baru akan ditetapkan untuk proyek PSEL tahap dua. Hingga saat ini, 10 wilayah telah resmi ditetapkan, dengan tiga di antaranya secara khusus akan berfokus pada pengelolaan sampah Jakarta, sebuah langkah krusial untuk ibu kota.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam konferensi pers di kantornya pada Kamis (12/3), mengungkapkan detail rencana ini. “Jakarta itu nanti ada Bantar Gebang, mudah-mudahan nanti kejadian kemarin (longsor sampah) tidak terulang lagi,” ujarnya, merujuk pada insiden masa lalu yang menyoroti urgensi solusi pengelolaan sampah yang lebih baik.

Zulhas memperkirakan bahwa fasilitas PSEL di Bantar Gebang akan memiliki kapasitas luar biasa, mampu mengolah 3.000 ton sampah setiap hari. Angka ini mencakup 2.000 ton sampah baru, ditambah pemanfaatan 1.000 ton sampah lama yang telah menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Inisiatif ini tidak hanya akan mengurangi timbunan sampah, tetapi juga menghasilkan energi terbarukan.

Selain Bantar Gebang, rencana ambisius untuk Jakarta mencakup dua fasilitas PSEL tambahan di lokasi berbeda. “Ada juga di Tanjungan, itu luas lahan delapan hektare, itu (kapasitas) bisa 2.000 ton per hari sampah baru. Yang ketiga di Sunter, dekat JIS, itu juga bisa di atas 2.000 ton per hari,” jelas Zulhas, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang komprehensif dan modern untuk ibu kota.

Advertisements