
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan, Indonesia telah mengimpor 2 kargo liquified petroleum gas (LPG) alias elpiji dari Australia. Ini dilakukan demi mengurangi porsi impor elpiji dari Timur Tengah.
Diketahui bahwa pasokan energi dari kawasan tersebut sedang menghadapi gangguan imbas perang yang melibatkan Iran melawan Israel dan Amerika Serikat (AS).
Bahlil menyebut Indonesia mengimpor sebanyak 7,6 juta ton elpiji dalam setahun. Sebanyak 70-75% pasokannya berasal dari AS, sedangkan 20% lainnya dari Timur Tengah.
“Di akhir minggu ini masuk dua kargo (LPG) dari Australia,” kata Bahlil dalam Pengantar Sidang Kabinet Paripurna yang dipantau secara daring melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden di Jakarta, Jumat (13/3).
Baca juga:
- Luhut: Iran Tak Akan Tutup Selat Hormuz Lebih Lama
- Poin Pidato Publik Perdana Netanyahu Sejak Serang Iran, Singgung Dukungan Trump
- Dua Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, RI Kebut Negosiasi dengan Iran
Langkah ini juga dilakukan melihat kondisi negara lain seperti India yang mengalami kelangkaan pasokan elpiji, imbas perang Timur Tengah.
Bahlil menyebut cadangan elpiji Indonesia saat ini berjumlah 15,66 hari. Meski begitu, dia mengklaim jumlah itu sudah bisa mengamankan kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
Menurutnya, pemerintah selalu siaga untuk mengamankan pasokan. “Jadi (kebutuhan) Januari hingga April insyaallah aman,” ujarnya.
Kelangkaan Elpiji India
Restoran dan hotel di seluruh India menutup operasionalnya karena Perang Iran vs Isral-AS membatasi pasokan gas untuk memasak. Pelaku usaha mendorong pihak berwenang untuk membentuk panel untuk meninjau permintaan industri.
Kelangkaan bahan bakar ini terjadi karena Perang AS-Israel dengan Iran telah menghentikan lalu lintas kapal di kawasan Teluk dan Selat Hormuz, mendorong kenaikan harga energi dan biaya transportasi. Hal ini berdampak pada ekspor dan produksi dari produsen negara-negara Teluk, seperti Qatar dan Arab Saudi.
India adalah importir gas minyak cair terbesar kedua di dunia. New Delhi menggunakan kewenangan daruratnya pekan lalu untuk memerintahkan kilang minyak meningkatkan produksi bagi penggunaan domestik. Kondisi tersebut menyebabkan industri perhotelan di Negeri Anak Benua kesulitan mendapatkan pasokan yang cukup.
“Kami memiliki stok LPG untuk dua hari. Kami sedang mengupayakan rencana darurat,” kata Bert Mueller, pendiri jaringan makanan Meksiko California Burrito, dengan lebih dari 100 toko yang tersebar di Bengaluru dan Chennai di India Selatan hingga Delhi dan Noida di utara negara itu, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (11/3).