Prabowo Jamin Pasukan RI yang Bergabung BoP Tak Akan Hadapi Hamas

Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan komitmen Indonesia dalam misi pasukan perdamaian di Palestina dengan pendekatan yang hati-hati dan terukur. Ia secara eksplisit menyatakan bahwa kontingen Dewan Perdamaian (BoP) Indonesia tidak akan terlibat dalam konfrontasi militer langsung dengan Hamas, serta tidak akan berpartisipasi dalam upaya pelucutan senjata kelompok tersebut. Sebaliknya, misi utama Indonesia difokuskan pada perlindungan rakyat sipil dari segala bentuk serangan di tengah gejolak konflik di Jalur Gaza yang memanas.

Advertisements

Pernyataan penting ini disampaikan oleh Prabowo saat ia mengadakan sesi diskusi dan wawancara mendalam bersama sejumlah jurnalis dan pakar mengenai isu-isu terkini di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, pada Selasa, 17 Maret lalu. Rekaman lengkap dari percakapan tersebut kemudian dirilis melalui kanal YouTube resmi Prabowo Subianto pada Kamis (19/3), memberikan gambaran jelas mengenai sikap Indonesia terhadap krisis global.

Sebagai Menteri Pertahanan periode 2019-2024, Prabowo menekankan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam International Stabilization Force (ISF) sangat bergantung pada persetujuan dari semua pihak yang berkonflik, termasuk penerimaan de facto dari Hamas. “Saya juga menyampaikan bahwa secara de facto Hamas harus menerima kehadiran kita,” ujar Prabowo, menegaskan bahwa prinsip ini esensial demi memastikan kehadiran pasukan Indonesia dapat benar-benar berfungsi sebagai pasukan penjaga perdamaian dan tidak justru memperkeruh stabilitas di lapangan.

Meskipun demikian, rencana pengiriman prajurit TNI ke ISF saat ini telah ditangguhkan oleh pemerintah. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian mengkhawatirkan, terutama pasca-serangan pasukan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. “Kalau tidak ada suasana damai, bagaimana kita terlibat. Jadi kita on hold sampai ada kejelasan,” ucap Prabowo, menekankan bahwa status “on hold” ini akan berlanjut hingga ada kejelasan mengenai stabilitas di wilayah tersebut.

Advertisements

Prabowo juga mengakui bahwa gejolak perang yang melibatkan AS, Israel, dan Iran menjadi faktor krusial dalam evaluasi berkelanjutan atas partisipasi Indonesia dalam Dewan Perdamaian (BoP). Ia menegaskan, selama kehadiran Indonesia mampu memberikan kontribusi positif dan efektif, komitmen tersebut akan terus dilanjutkan. Namun, apabila misi ini dinilai tidak memberikan hasil yang jelas, kontraproduktif, atau tidak selaras dengan kepentingan nasional bangsa Indonesia, maka Indonesia tidak akan ragu untuk menarik diri. “Begitu kita ambil kesimpulan tidak ada harapan dan kontraproduktif, kita menilai habis waktu, habis energi, dan tidak menguntungkan kepentingan nasional bangsa Indonesia, kita keluar,” tegas Prabowo, menunjukkan sikap pragmatis dan berhati-hati.

Sebelumnya, Prabowo Subianto telah menyatakan kesiapan untuk mengirimkan minimal 8.000 pasukan ke ISF, sebuah komitmen yang menggarisbawahi keseriusan Indonesia dalam isu kemanusiaan ini. Kepercayaan internasional terhadap Indonesia juga terlihat dari penunjukan negara ini untuk menduduki posisi Wakil Komandan atau Deputy Commander pasukan ISF, yang akan mengemban tugas penting dalam mengawal misi perdamaian di Gaza. Mayoritas personel yang akan dikirim untuk misi BoP ini akan berasal dari unit zeni dan kesehatan, mencerminkan fokus pada bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi.

Secara keseluruhan, misi perdamaian di Gaza dalam jangka panjang diproyeksikan akan melibatkan kekuatan besar, dengan 20.000 personel ISF dan 12.000 personel polisi. Pasukan internasional direncanakan untuk diterjunkan terlebih dahulu ke Rafah, sebagai titik awal strategis, sebelum diperluas secara bertahap ke wilayah-wilayah krusial lainnya seperti Gaza Utara, Kota Gaza, Deir el-Balah, dan Khan Yunis, demi memastikan cakupan perlindungan yang komprehensif bagi warga sipil.

Advertisements