Rudal Iran hantam dua kota dekat fasilitas nuklir Israel, 95 orang terluka

Rudal-rudal Iran telah mengguncang hebat dua kota di selatan Israel, menimbulkan ketegangan baru di kawasan tersebut. Satu rudal menghantam kota Dimona, yang berdekatan dengan fasilitas nuklir strategis Israel, pada Sabtu (21/3) dini hari waktu setempat. Otoritas Israel melaporkan serangan ini menyebabkan setidaknya 27 orang terluka.

Advertisements

Serangan lain yang terjadi di kota Arad menimbulkan jumlah korban yang lebih besar, yakni 68 orang, dengan beberapa di antaranya mengalami luka serius. Total korban dari kedua insiden mencekam ini mencapai 95 orang. Dampak kerusakan dan jumlah korban menggarisbawahi intensitas serangan tersebut.

Kota Dimona, lokasi salah satu serangan, berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat riset nuklir Israel. Sedangkan Arad terletak sekitar 35 kilometer dari fasilitas yang sama. Israel secara luas diyakini sebagai satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir, meskipun pemerintahnya tidak pernah secara resmi mengonfirmasi status tersebut. Kedekatan serangan dengan fasilitas nuklir ini memicu kekhawatiran yang lebih luas.

Yang mengejutkan, militer Israel melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka gagal mencegat rudal-rudal yang menghantam kota-kota di wilayah gurun Negev. Insiden ini menandai pertama kalinya rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan canggih Israel di kawasan yang begitu dekat dengan pusat riset nuklirnya, mengindikasikan pergeseran kapabilitas serangan.

Advertisements

Menyikapi insiden ini, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, seperti dikutip AP News pada Minggu (22/3), menyatakan kegagalan intersepsi di Dimona sebagai sinyal dimulainya fase baru konflik. “Ini menunjukkan pertempuran telah memasuki tahap baru secara operasional,” tegasnya, menyoroti eskalasi yang signifikan dalam konfrontasi regional.

Di tengah situasi yang memanas, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu segera menginstruksikan pengerahan tim darurat tambahan ke lokasi terdampak. Ia menggambarkan kondisi yang terjadi sebagai “situasi yang sangat sulit,” menekankan keseriusan dampak serangan rudal tersebut terhadap warga sipil dan infrastruktur.

Tim penyelamat di Arad melaporkan bahwa serangan langsung menyebabkan kerusakan luas pada setidaknya 10 bangunan apartemen. Tiga di antaranya bahkan berada dalam kondisi kritis dan terancam runtuh, menunjukkan parahnya dampak fisik di wilayah pemukiman tersebut dan perlunya upaya pemulihan yang signifikan.

Meskipun demikian, Badan Pengawas Nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan belum menerima laporan adanya kerusakan pada fasilitas nuklir maupun peningkatan tingkat radiasi di area sekitar, memberikan sedikit kelegaan di tengah kekhawatiran global akan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Advertisements