IHSG Sesi 1 Ditutup Melemah ke Level 7.10, Turun 0,88%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi I perdagangan pada Jumat (27/3) dengan performa yang kurang menggembirakan, terperosok di zona merah. Berdasarkan data dari Stockbit, indeks komposit ini terkoreksi tajam ke level 7.101,00. Penurunan IHSG tercatat sebesar 63,09 poin atau setara dengan 0,88%, mengukuhkan posisinya di 7.101,00 pada penutupan sesi.

Advertisements

Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada sesi pertama ini turut mencatatkan nilai transaksi yang signifikan, yakni sebesar Rp5,72 triliun. Total volume perdagangan mencapai 10,60 miliar saham, dengan frekuensi transaksi sebanyak 790,22 ribu kali, menunjukkan dinamika pasar yang tetap tinggi meskipun indeks melemah.

Di tengah pelemahan indeks tersebut, beberapa saham justru mencatatkan performa gemilang dan masuk dalam daftar Top Gainers pada sesi ini:

  • SOHO (Soho Global Health) memimpin dengan kenaikan 405 poin (24,92%) menjadi 2.030.

  • FMII (Fortune Mate Indonesia) melonjak 54 poin (24,32%) ke 276.

  • TALF (Tunas Alfin) menguat 180 poin (24,00%) mencapai 930.

  • NZIA (Nusantara Almazia) naik 29 poin (20,14%) ke 173.

  • DEFI (Danasupra Erapacific) tumbuh 13 poin (19,12%) ke 81.

Sebaliknya, sejumlah emiten harus rela masuk dalam daftar Top Losers karena mengalami tekanan jual yang cukup besar:

  • FITT (Hotel Fitra International) anjlok 54 poin (15,00%) ke 306.

  • FUJI (Fuji Finance Indonesia) tergelincir 66 poin (14,80%) ke 380.

  • APLI (Asiaplast Industries) melemah 40 poin (13,79%) menjadi 250.

  • KUAS (Ace Oldfields) turun 11 poin (10,68%) ke 92.

  • ICON (Island Concepts Indonesia) kehilangan 13 poin (10,32%) ke 113.

Advertisements

Berikut adalah saham-saham yang menjadi primadona investor berdasarkan nilai transaksi tertinggi, mencerminkan fokus pasar pada Top Value:

  • BBCA (Bank Central Asia) senilai Rp943,06 miliar.

  • DEWA (Darma Henwa) senilai Rp420,38 miliar.

  • BBRI (Bank Rakyat Indonesia (Persero)) senilai Rp306,87 miliar.

  • BUMI (Bumi Resources) senilai Rp261,80 miliar.

  • ENRG (Energi Mega Persada) senilai Rp211,66 miliar.

Sementara itu, aktivitas perdagangan juga menyoroti emiten dengan frekuensi tertinggi dalam kategori Top Volume, menunjukkan tingginya minat pada saham-saham ini:

  • BUMI (Bumi Resources) sebanyak 12,21 juta lembar.

  • GOTO (GoTo Gojek Tokopedia) sebanyak 9,44 juta lembar.

  • DEWA (Darma Henwa) sebanyak 9,28 juta lembar.

  • ZATA (Bersama Zatta Jaya) sebanyak 6,56 juta lembar.

  • GIAA (Garuda Indonesia (Persero)) sebanyak 3,38 juta lembar.

Di tengah pergerakan IHSG yang melemah, bursa saham di kawasan Asia menunjukkan tren yang lebih bervariasi. Data yang dihimpun dari Stockbit dan Yahoo Finance menggambarkan pergerakan berikut pada penutupan sesi:

  • Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 0,33% ke 53.430,85.

  • Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,55% ke 24.992,06.

  • Indeks SSE Composite di China naik 0,26% ke 3.899,12.

  • Indeks Straits Times di Singapura naik 0,28% ke 4.901,49.

Advertisements