Laba RAJA naik 6% di 2025, kebut akuisisi blok migas baru di Indonesia Timur

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) sukses membukukan laba bersih impresif sebesar US$ 27,24 juta atau setara sekitar Rp 461,52 miliar sepanjang tahun buku 2025. Pencapaian gemilang ini, yang terjadi di tengah agresifnya aksi akuisisi perusahaan, menandai kenaikan signifikan sebesar 6,1% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan perolehan tahun 2024 yang mencapai US$ 25,55 juta atau sekitar Rp 432,96 miliar.

Advertisements

Peningkatan laba bersih ini didorong kuat oleh non-operating income, khususnya setelah rampungnya akuisisi Hafar pada Agustus 2025 lalu. Sejalan dengan pertumbuhan laba, pendapatan RAJA juga mencatat kenaikan positif sebesar 4,79% yoy, menembus angka US$ 266,66 juta atau sekitar Rp 4,51 triliun. Angka ini lebih tinggi dari pendapatan yang tercatat pada tahun buku 2024 sebesar US$ 254,47 juta atau sekitar Rp 4,31 triliun.

Kinerja pendapatan yang solid tersebut sebagian besar ditopang oleh performa gemilang pada lini bisnis midstream dan downstream. Secara rinci, RAJA memperoleh pendapatan dari pihak ketiga sebesar US$ 256,20 juta dan dari pihak berelasi sebesar US$ 10,46 juta. Kontribusi terbesar dari pihak ketiga datang dari penjualan gas senilai US$ 141,68 juta, diikuti oleh lifting minyak dan gas sebesar US$ 49,31 juta, serta jasa penyaluran minyak dari kerja sama operasi sebesar US$ 34,52 juta.

Berbagai sumber pendapatan lainnya juga turut memperkuat pundi-pundi RAJA, meliputi jasa operasi dan pemeliharaan sebesar US$ 9,99 juta, jasa penyaluran gas US$ 9,16 juta, serta jasa kompresi dan transmisi gas US$ 2,41 juta. Tidak hanya itu, perusahaan juga mencatat pendapatan dari jasa fasilitas LPG US$ 2,32 juta, jasa sewa US$ 2,17 juta, dan jasa penyediaan kendaraan, tenaga kerja, serta jasa manajemen konsultasi proyek sebesar US$ 1,66 juta. Adapun pendapatan lain-lain tercatat sebesar US$ 2,93 juta.

Advertisements

Sementara itu, dari pihak berelasi, seluruh pendapatan berasal dari segmen Engineering, Procurement and Construction (EPC) senilai US$ 10,46 juta. RAJA juga menunjukkan ketergantungan yang sehat pada pelanggan-pelanggan utama, dengan kontribusi lebih dari 10% dari total pendapatan, yaitu PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk sebesar US$ 50,93 juta dan PT Pertamina Gas (Persero) sebesar US$ 40,34 juta. Kedua pelanggan ini secara kolektif menyumbang total US$ 91,28 juta, setara dengan 34,23% dari total pendapatan RAJA.

Ekspansi dan Akuisisi

Direktur Utama Rukun Raharja, Djauhar Maulidi, menegaskan bahwa kinerja RAJA saat ini berada pada jalur pertumbuhan yang tepat, berkat strategi yang memadukan penguatan bisnis inti dan ekspansi anorganik. Pertumbuhan bisnis inti tampak jelas dari mulai beroperasinya proyek kompresor gas di Sengkang pada segmen midstream dan peningkatan penjualan gas pada segmen downstream.

Di sisi lain, dari aspek ekspansi anorganik, kontribusi signifikan dari akuisisi Hafar telah berhasil memperkuat kinerja sekaligus memperluas portofolio bisnis Perseroan. Guna menopang pertumbuhan jangka panjang, RAJA telah menyiapkan belanja modal (capex) sebesar US$ 200 juta yang akan dialokasikan untuk berbagai proyek strategis. Fokus utamanya adalah perluasan kapasitas operasional, peningkatan nilai tambah bisnis, dan penguatan posisi Perseroan di sektor energi nasional. Alokasi capex ini mencakup pembangunan pipa BBM Balikpapan–Samarinda serta pengembangan mini LNG di Jawa Barat.

“Serta studi kelayakan fasilitas LNG di Kalimantan Utara sebagai bagian dari diversifikasi portofolio gas,” jelas Djauhar dalam keterangannya, Rabu (1/4), menunjukkan komitmen RAJA terhadap inovasi dan keberlanjutan.

Selain ekspansi organik, Perseroan juga aktif memperkuat pertumbuhan melalui strategi anorganik. Melalui entitas anaknya, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), RAJA kini tengah merampungkan akuisisi SMS Development Limited, entitas yang memegang participating interest di Blok Madura Strait.

Tak berhenti di situ, RAJA juga secara paralel tengah menjalankan proses legal due diligence dan negosiasi tahap akhir untuk rencana akuisisi participating interest pada blok migas lainnya di kawasan Indonesia Timur. Djauhar berharap akuisisiakuisisi ini dapat meningkatkan eksposur Perseroan terhadap aset hulu yang produktif, sekaligus memperkuat pertumbuhan kinerja di masa depan.

Ia menambahkan, seluruh rangkaian transaksi dan pengembangan proyek ini ditargetkan mencapai tonggak utama pada kuartal II tahun 2026. “Sehingga diharapkan mulai memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan kinerja RAJA yang berkelanjutan dalam jangka menengah dan panjang,” pungkasnya, menandaskan visi jangka panjang RAJA dalam menciptakan nilai tambah.

Advertisements