
Pemerintah memastikan tak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi maupun nonsubsidi pada April 2026. Menteri Keuangan Purbaya Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, tidak adanya kenaikan harga BBM sementara ditanggung oleh PT Pertamina (Persero).
“Sementara sepertinya Pertamina, sementara, ya,” kata Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (1/4).
Bendahara negara ini menilai, Pertamina mampu menanggung beban tersebut karena pembayaran kompensasi BBM yang dilakukan pemerintah selama ini berjalan lancar.
“Kompensasi kan sekarang, kami bayar setiap bulan 70% terus-terusan. Jadi keuangan Pertamina juga amat baik untuk absorb itu untuk jangka waktu pendek, enggak masalah,” kata dia.
Baca juga:
- Pembatasan BBM Subsidi Berisiko Hambat Sektor Logistik, Minta Ada Skema Khusus
- Harga Avtur Melonjak hingga 80% per 1 April, Maskapai Desak Tiket Pesawat Naik
Purbaya mengatakan, pembahasan mengenai hal itu akan dilakukan oleh Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Bahlil sebelumnya memastikan tidak akan ada perubahan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi per 1 April 2026. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Tidak ada penyesuaian harga BBM subsidi baik naik atau turun. Artinya, harganya stagnan dan menggunakan harga yang ada saat ini,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Seoul, Korea Selatan yang dipantau secara daring, Selasa (31/3).
Hal ini juga berlaku untuk harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertadex atau Solar kualitas tinggi. Menurut Bahlil, tim Pertamina maupun pemilik SPBU swasta hingga hari ini masih melakukan pembahasan bersama. “Artinya belum ada penyesuaian harga (BBM non-subsidi), masih tetap sama,” ujarnya.
Meski tak ada perubahan harga, Bahlil menyebut pemerintah akan melakukan kajian-kajian menimbang cepatnya perkembangan kondisi geopolitik dunia.
“Setelah kami kembali di Jakarta, akan kami bahas dengan melihat dinamika yang ada. Kalau tak ada perubahan itu jauh lebih baik,” ucapnya.