
Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan perombakan kepemimpinan di jajaran Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam keputusan tersebut, Presiden mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN, serta memberhentikan dua Wakil Kepala BGN, yakni Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya dan Letjen TNI (Purn) Lodewijk Pusung.
Sebagai langkah penyegaran organisasi, posisi Kepala BGN kini dipercayakan kepada Nanik S. Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Sementara itu, kursi Wakil Kepala BGN akan diisi oleh wajah baru, yaitu Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono. Agustina Arumsari diketahui memiliki rekam jejak sebagai mantan Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), sedangkan Trenggono sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa perombakan ini didasari oleh kebutuhan akan tata kelola yang lebih solid. Saat membacakan keputusan tersebut di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (2/6), Prasetyo menekankan pentingnya sinergi dan kepemimpinan yang mampu bekerja secara tepat sasaran serta tepat waktu.
Keputusan pergantian pimpinan ini diambil Presiden Prabowo setelah melakukan pemantauan mendalam selama 1,5 tahun terhadap operasional BGN. Evaluasi tersebut juga mencakup berbagai masukan dari masyarakat serta para penerima manfaat langsung dari program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Selama hampir 1,5 tahun monitoring dan evaluasi, maka hari ini Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo dalam siaran yang ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. Melalui restrukturisasi ini, diharapkan Badan Gizi Nasional dapat berjalan lebih optimal dalam mendukung program ketahanan gizi nasional.
Ringkasan
Presiden Prabowo Subianto resmi merombak kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN serta memberhentikan dua Wakil Kepala BGN, yakni Sony Sonjaya dan Lodewijk Pusung. Sebagai penggantinya, Nanik S. Deyang ditunjuk sebagai Kepala BGN yang baru, didampingi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Perombakan ini dilakukan setelah Presiden melakukan evaluasi mendalam selama 1,5 tahun terhadap operasional BGN dan program Makan Bergizi Gratis. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa langkah restrukturisasi ini bertujuan untuk menciptakan tata kelola yang lebih solid dan meningkatkan sinergi agar program ketahanan gizi nasional dapat berjalan lebih optimal.