JAKARTA — Investor kawakan Lo Kheng Hong, yang dikenal dengan julukan Warren Buffett Indonesia, terus memperkuat posisinya di emiten properti PT Intiland Development Tbk. (DILD). Ia terpantau masih mempertahankan kepemilikan saham jumbo di perusahaan tersebut hingga April 2026, menegaskan keyakinan kuatnya pada prospek emiten ini.
Mengacu pada data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 1 April 2026, Lo Kheng Hong tercatat menggenggam sebanyak 707.053.000 lembar saham DILD, yang setara dengan kepemilikan 6,82%. Angka ini merupakan hasil akumulasi bertahap yang dilakukannya.
Jika dicermati lebih jauh, kepemilikan saham Lo Kheng Hong di Intiland Development terus bertambah. Berdasarkan data pemegang saham 5% atau lebih per 31 Desember 2025, Lo Kheng Hong tercatat memiliki 695.069.100 lembar saham DILD atau setara 6,7%. Artinya, sepanjang awal tahun 2026 ini, ia telah memborong sekitar 11,98 juta lembar saham DILD. Kepemilikannya kemudian melonjak menjadi 707.053.000 lembar saham per 1 Maret 2026, posisi yang terus dipertahankannya hingga awal April.
Sejak awal tahun, pria yang terkenal dengan filosofi investasi nilai ini memang gencar menambah portofolio saham properti DILD miliknya. Saat dimintai konfirmasi mengenai aksinya ini, Lo Kheng Hong mengungkapkan alasannya yang singkat namun padat.
“[Alasan beli] hanya harganya lagi turun saja,” ujarnya kepada Bisnis, dikutip Senin (16/3/2026). Ia tidak menampik bahwa saat ini valuasi saham DILD tengah dibanderol dengan harga yang sangat terdiskon, menjadikannya peluang menarik di mata investor bernyali ini.
Fakta ini sejalan dengan kinerja saham DILD yang terkoreksi. Sebagai gambaran, hingga akhir perdagangan Kamis (2/4/2026), saham DILD bertengger di level Rp123 per lembar, mencerminkan penurunan 12,77% sepanjang tahun ini (year-to-date/YtD). Lo Kheng Hong sendiri mulai tercatat sebagai pemegang saham DILD di atas 5% sejak 10 Agustus 2022 lalu. Bisnis mencatat, kala itu ia mengakuisisi 453,1 juta lembar saham DILD dengan harga rata-rata Rp147, atau senilai sekitar Rp66,6 miliar.
Namun, keputusan Lo Kheng Hong untuk terus menambah kepemilikannya di saham DILD bukan sekadar melihat harga yang jatuh. Mengutip wawancara di kanal YouTube Intiland Development (tayang 23/6/2023), ia menjelaskan alasannya membeli saham perusahaan tersebut berdasarkan analisis fundamental yang mendalam. Ia memulai dengan memeriksa profil jajaran direksi dan komisaris Intiland, memastikan mereka profesional dan memiliki integritas tinggi.
Lebih jauh, ia menggali nilai proyek-proyek yang sedang digarap oleh Intiland. Dari informasi direksi Intiland kala itu, diketahui bahwa nilai proyek yang dimiliki perseroan mencapai Rp20 triliun. Dengan kapitalisasi pasar yang saat itu hanya Rp1,5 triliun dan perkiraan utang Rp3 triliun, Lo Kheng Hong melihat potensi nilai bersih sekitar Rp17 triliun. Jika angka ini dibagi dengan total 10 miliar lembar saham, maka nilai intrinsiknya bisa mencapai Rp1.700 per lembar.
Perhitungannya yang sederhana namun jeli itu melahirkan analogi terkenalnya: “Market cap-nya berapa? Rp1,5 triliun, properti yang dimiliki Rp20 triliun. Anggap ada utang Rp3 triliun, masih ada Rp17 triliun sisanya dibagi jumlah saham 10 miliar, kan Rp1.700. Kan mercy harga bajaj ya!” sebuah ungkapan yang menggambarkan betapa undervalued-nya saham tersebut di matanya.
Berbekal pertimbangan fundamental yang kuat, termasuk laporan keuangan dan profil properti DILD, Lo Kheng Hong kemudian lebih mendalami semua aspek sebelum memutuskan untuk membeli saham perseroan. Konsistensinya dalam mengakumulasi saham DILD menegaskan filosofi investasinya yang berorientasi nilai jangka panjang, sebuah strategi yang telah membuatnya dijuluki Warren Buffett Indonesia.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.