SpaceX bidik valuasi IPO USD 2 triliun, siap cetak rekor dunia

SpaceX menaikkan target valuasi penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) menjadi lebih dari USD 2 triliun atau sekitar Rp 33,95 ribu triliun (kurs Rp 16.979 pukul 15.21 WIB).

Advertisements

Perusahaan roket, satelit, dan kecerdasan buatan milik miliarder Elon Musk ini disebut mulai menyampaikan angka tersebut kepada calon investor dalam proses IPO.

Hal ini dilakukan menjelang serangkaian pertemuan dalam beberapa pekan ke depan. Sesi penjajakan awal tersebut diperkirakan akan memuat rincian tambahan yang mendukung valuasi tersebut.

Mengutip Bloomberg, dengan valuasi di atas USD 2 triliun, nilai SpaceX akan meningkat hampir dua pertiga hanya dalam hitungan bulan.

Advertisements

“Berdasarkan laporan Bloomberg pada Februari, sebelumnya akuisisi perusahaan xAI milik Musk menilai entitas gabungan tersebut sebesar USD 1,25 triliun,” tulis Bloomberg seperti yang dikutip kumparan, (3/4).

Jika terealisasi, valuasi tersebut akan menempatkan SpaceX di atas hampir seluruh perusahaan dalam indeks S&P 500, kecuali Nvidia, Apple, Alphabet, Microsoft, dan Amazon.

Nilainya juga akan melampaui Meta Platforms dan Tesla, dua perusahaan lain milik Musk yang termasuk dalam kelompok saham teknologi raksasa ‘Magnificent 7’.

Laporan Bloomberg juga mencatat SpaceX diketahui telah mengajukan dokumen IPO secara rahasia, dengan potensi pelaksanaan pada Juni mendatang.

Pencatatan saham ini diperkirakan menjadi yang pertama dari tiga IPO besar, diikuti oleh OpenAI dan Anthropic, yang chatbot-nya bersaing dengan Grok milik anak usaha SpaceX, xAI.

Meski demikian, pembahasan masih berlangsung dan detail penawaran dapat berubah sewaktu-waktu. Pihak SpaceX belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Menurut Bloomberg Intelligence, SpaceX saat ini memimpin di sektor peluncuran roket serta komunikasi dan broadband orbit rendah.

Merger dengan xAI serta rencana IPO dinilai akan mendukung investasi dalam kendaraan peluncur yang lebih besar serta pusat data berbasis luar angkasa.

“Bisnis peluncuran dan Starlink masih menjadi penyumbang utama pendapatan, yang diperkirakan mendekati USD 20 miliar pada 2026, sementara xAI kemungkinan menghasilkan kurang dari USD 1 miliar. Peluncuran dan Starlink juga menjadi pemimpin di industrinya dengan keunggulan yang cukup jauh dibanding para pesaing,” ujar analis George Ferguson dan Wayne Sanders.

Himpun Dana USD 75 Miliar

IPO SpaceX diperkirakan dapat menghimpun dana hingga USD 75 miliar, jauh melampaui rekor IPO terbesar sebelumnya yang dipegang Saudi Aramco sebesar USD 29 miliar pada 2019.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung visi Musk dalam membangun pusat data kecerdasan buatan di luar angkasa serta pabrik di bulan.

Ambisi besar tersebut membutuhkan pendanaan dalam jumlah sangat besar serta sumber daya lintas perusahaan yang berada di bawah kendali Musk. Pada Maret, Musk menyatakan proyek Terafab, yang ditujukan untuk memproduksi chip sendiri bagi robotika, AI, dan pusat data luar angkasa akan dijalankan bersama oleh Tesla dan SpaceX.

Dalam proses IPO ini, SpaceX telah menunjuk sejumlah bank investasi besar seperti Bank of America, Citigroup, Goldman Sachs, JPMorgan Chase, dan Morgan Stanley sebagai penjamin emisi utama, serta menambah sejumlah bank lain dalam sindikasi.

Perusahaan juga dijadwalkan menggelar panggilan dengan sindikat perbankan yang lebih luas pada Senin, serta sesi pemaparan kepada analis pada akhir April mendatang.

Advertisements