
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) baru-baru ini sukses menggelar ajang penganugerahan bergengsi untuk perusahaan dan para pemimpinnya yang telah menunjukkan dedikasi serta ketaatan luar biasa dalam pengelolaan lingkungan. Dalam program penghargaan yang dikenal sebagai PROPER ini, KLH secara khusus juga menganugerahkan gelar istimewa ‘Green Leadership PROPER’ kepada pimpinan perusahaan dengan kinerja paling unggul dalam tata kelola lingkungan dan kelola sosial yang berkelanjutan.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menjelaskan bahwa setiap unit usaha di Indonesia memiliki kewajiban untuk memiliki dan melaporkan dokumen lingkungan yang komprehensif dan harus disampaikan setiap enam bulan sekali. Oleh karena itu, penghargaan PROPER ini hadir sebagai bentuk apresiasi bagi unit-unit usaha yang tidak hanya memenuhi, tetapi juga melampaui kaidah-kaidah tata lingkungan tersebut.
“Metode pendekatan yang mengedepankan prestasi ini merupakan salah satu langkah fundamental dalam menjaga ketaatan lingkungan hidup,” ujar Hanif di sela-sela acara penganugerahan, pada Selasa (7/4). Pernyataan ini menegaskan visi pemerintah untuk mendorong sektor industri agar berinovasi dan berkomitmen lebih jauh dalam praktik keberlanjutan.
Berikut adalah sembilan pimpinan perusahaan terkemuka yang berhasil meraih gelar ‘Green Leadership PROPER’ untuk periode penilaian 2024/2025, sebagai pengakuan atas kepemimpinan transformatif mereka dalam praktik keberlanjutan:
- Direktur Utama PT PLN (Persero) – Darmawan Prasodjo
- Direktur Utama PT Pertamina (Persero) – Simon Aloysius Mantiri
- Dewan Komisaris PT Adaro Energy Indonesia Tbk – Garibaldi Thohir
- Presiden Direktur PT Arsari Tambang – Aryo Djojohadikusumo
- Direktur Utama PT Kaltim Methanol Industri – Agus Priyatno
- Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia – Nandi Julyanto
- Direktur Utama Mining Industry Indonesia – Maroef Sjamsoeddin
- Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk – Irwan Hidayat
- Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) – Shadiq Akasya
Partisipasi dalam penilaian PROPER kali ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Sebanyak 5.476 unit usaha dari 299 sektor industri turut serta, sebuah peningkatan yang substansial dibandingkan periode sebelumnya yang hanya melibatkan 4.495 unit usaha. Angka ini merefleksikan semakin tingginya kesadaran dan komitmen sektor industri terhadap lingkungan berkelanjutan di Indonesia.
Dari total peserta PROPER tersebut, sebanyak 2.437 perusahaan tercatat tergolong taat dalam pengelolaan lingkungan, sementara 2.886 lainnya masih perlu meningkatkan kinerja ketaatannya. Perusahaan-perusahaan yang telah menunjukkan ketaatan kemudian dianugerahi penghargaan PROPER sesuai dengan level ketaatan dan prestasinya, yang meliputi: PROPER Biru, PROPER Hijau (diberikan kepada 243 perusahaan yang menunjukkan kinerja lingkungan yang baik), dan PROPER Emas (penghargaan tertinggi yang diraih oleh 39 perusahaan atas keunggulan berkelanjutan dan inovasi lingkungan mereka).