WTJJ jadikan ESG sebagai gerbang pendanaan hijau infrastruktur air berkelanjutan

Di tengah urgensi global akan praktik bisnis berkelanjutan, PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) telah mengambil langkah progresif. Perusahaan ini secara fundamental mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) tidak hanya sebagai pedoman strategis, tetapi juga sebagai gerbang utama menuju pendanaan (financing gateway) dalam upaya masifnya mengembangkan infrastruktur air berkelanjutan di Indonesia.

Advertisements

Komitmen mendalam ini digaungkan oleh WTJJ dalam partisipasinya di Katadata ESG Forum 2026 yang mengusung tema relevan: “Akselerasi Dekarbonisasi & Bisnis Hijau Indonesia Melalui ESG”. Acara prestisius tersebut berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Senin (6/4/2026).

Direktur Utama WTJJ, Rendy Ardiansyah, menegaskan bahwa ESG jauh melampaui sekadar kerangka kepatuhan. Bagi perusahaan, prinsip ini telah menjelma menjadi inti strategi korporasi untuk tidak hanya menjawab tantangan bisnis yang kompleks, tetapi juga untuk merengkuh peluang pembiayaan yang kian terbuka.

ESG bukan hanya dianggap sebagai biaya, melainkan sebuah financing gateway yang krusial. Ini membuka akses pendanaan yang lebih luas melalui peningkatan kepercayaan signifikan dari para investor dan lembaga keuangan,” ujar Rendy, menekankan posisi strategis ESG.

Advertisements

Lebih lanjut, Rendy menjelaskan bahwa bagi WTJJ, ESG juga berfungsi sebagai dynamic capability. Ini adalah kemampuan adaptif perusahaan yang vital dalam merespons dinamika bisnis yang tak terduga, bahkan ketika sektor infrastruktur dihadapkan pada sentimen negatif. Dengan demikian, WTJJ tetap relevan dan resilien.

Transformasi operasional dan tata kelola berbasis ESG yang diinisiasi sejak tahun 2024 terbukti telah memperkuat profil risiko perusahaan secara signifikan. Pendekatan inovatif ini memberikan WTJJ diferensiasi yang jelas dan keunggulan kompetitif dibandingkan proyek infrastruktur konvensional.

Keefektifan strategi ini mulai membuahkan hasil nyata. Pada September 2025, WTJJ berhasil mengamankan pembiayaan hijau yang sangat dicari untuk salah satu proyeknya, setelah kinerja keberlanjutan perusahaan divalidasi dan diakui oleh pihak ketiga yang independen. Ini menjadi bukti konkret keberhasilan integrasi ESG.

Prestasi ESG WTJJ juga mendapat pengakuan global yang membanggakan. Berdasarkan penilaian S&P Global pada Februari 2026, perusahaan ini meraih ESG Score sebesar 55. Capaian ini menempatkan WTJJ sebagai peringkat pertama di Indonesia dan masuk dalam Top 5 dunia untuk kategori sektor air, sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol.

Transformasi Operasional Berbasis ESG

Implementasi prinsip ESG di WTJJ tidak hanya berhenti pada level strategi, melainkan diwujudkan secara konkret dan terukur dalam setiap aspek operasional perusahaan.

Sebagai pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang memiliki ketergantungan energi tinggi, WTJJ secara aktif melakukan efisiensi energi. Ini dilakukan melalui penerapan teknologi variable speed drive pada hampir seluruh pompa. Teknologi canggih ini memungkinkan penggunaan listrik disesuaikan secara real-time dengan kebutuhan operasional, menghasilkan efisiensi yang optimal.

Selain itu, WTJJ juga mulai beralih memanfaatkan energi alternatif, seperti panel surya, dan menerapkan sistem manajemen energi terstandardisasi ISO 50001. Upaya komprehensif ini tidak hanya berhasil menekan biaya energi—komponen terbesar dalam struktur biaya operasional—tetapi juga meningkatkan fleksibilitas dan ketahanan bisnis perusahaan secara keseluruhan.

Transformasi juga mencakup aspek tata kelola perusahaan yang lebih transparan dan bertanggung jawab. Ini melibatkan penyesuaian menyeluruh pada visi dan misi perusahaan, kebijakan internal, hingga prosedur operasional agar sepenuhnya selaras dengan prinsip-prinsip ESG yang telah diadopsi.

Infrastruktur Air Berkelanjutan

WTJJ merupakan Badan Usaha Pelaksana dari proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk SPAM Regional Jatiluhur I. Proyek vital ini dirancang dengan kapasitas besar, mencapai 4.750 liter per detik, dan melayani kebutuhan air bersih bagi DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, serta Kabupaten Karawang. Cakupan layanannya diperkirakan mencapai sekitar 2 juta jiwa atau lebih dari 380 ribu sambungan rumah, memberikan dampak sosial yang luas.

Sejak mulai beroperasi pada 18 Desember 2024, SPAM Regional Jatiluhur I telah menjadi pilar penting dalam memperkuat ketahanan air perkotaan. Dengan memanfaatkan sumber air permukaan yang melimpah dari Waduk Jatiluhur, proyek ini secara signifikan berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan pada air tanah, sebuah solusi krusial mengingat eksploitasi air tanah kerap menjadi penyebab penurunan muka tanah di wilayah perkotaan.

WTJJ dengan tegas menyatakan bahwa penyediaan air bersih bukan sekadar aktivitas bisnis semata. Lebih dari itu, ini adalah komitmen jangka panjang perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Investment is not just about funding schemes, but a long-term commitment to sustainable water,” tandas Rendy, menggarisbawahi filosofi investasi WTJJ.

Perjalanan transformasi WTJJ secara gamblang menunjukkan bagaimana integrasi ESG berhasil menerjemahkan kebutuhan bisnis esensial, seperti kepastian arus kas (cashflow certainty) dan kelayakan proyek (project bankability), menjadi nilai-nilai konkret yang mudah dipahami dan menarik bagi investor. Ini adalah kunci untuk menarik pembiayaan hijau.

Melalui tata kelola yang transparan, kerangka manajemen risiko yang kuat, serta dampak keberlanjutan yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan, ESG telah menjadi “bahasa baru” yang efektif dalam menjembatani kepentingan bisnis dan kebutuhan pembiayaan.

Ke depan, WTJJ memegang teguh komitmennya untuk terus menghadirkan infrastruktur air berkelas dunia. Infrastruktur yang tidak hanya efisien secara ekonomi, tetapi juga secara holistik berkelanjutan—baik dari sisi lingkungan maupun sosial—demi masa depan yang lebih baik.

Advertisements