
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli secara ambisius mengusulkan perluasan Program Magang Nasional, menargetkan peningkatan jumlah peserta magang hingga 150 ribu orang pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai respons positif terhadap tingginya antusiasme dari para pendaftar dan apresiasi yang signifikan dari berbagai perusahaan yang telah berpartisipasi.
Dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (9/4), Menaker Yassierli mengungkapkan, “Meskipun evaluasi komprehensif belum sepenuhnya rampung dan masih berjalan, kami menyaksikan antusiasme yang luar biasa dari para peserta serta apresiasi yang tinggi dari pihak perusahaan.” Pernyataan ini menegaskan landasan optimisme pemerintah terhadap keberlanjutan dan pengembangan program.
Menaker Yassierli juga mengonfirmasi bahwa usulan peningkatan kuota Program Magang Nasional ini telah diajukan kepada Presiden. Namun, implementasi dan realisasi program tersebut masih bergantung pada kepastian alokasi anggaran magang serta dukungan penuh dari Kementerian Keuangan. Ketersediaan dana menjadi kunci utama untuk mewujudkan target ambisius ini.
Meski detail angka anggaran spesifik belum dapat diingatnya, Yassierli menyebutkan bahwa perhitungan awal anggaran telah disusun dan kini berada dalam tahap pembahasan awal.
Baca juga:
- Magang Nasional Masih Menumpuk di Jawa, Menaker Targetkan 38 Provinsi pada 2026
- Pemerintah Optimis 30% Peserta Program Magang Nasional Jadi Karyawan Tetap
- Pendaftar Magang Nasional Membludak, tapi 25 Ribu Lowongan Tidak Terisi
Mengenai jadwal pelaksanaan Program Magang Nasional pada tahun 2026, termasuk potensi pembukaan pada semester pertama, pemerintah masih belum dapat memberikan kepastian. “Kita perlu menunggu proses yang sedang berjalan. Kami belum bisa memutuskan secara sepihak, mengingat pada tahun sebelumnya program baru dimulai pada bulan Oktober,” jelasnya, mengindikasikan bahwa terdapat tahapan yang harus dilalui sebelum jadwal final ditetapkan.
Yassierli juga menambahkan bahwa program magang yang sedang berjalan saat ini akan terus berlangsung hingga pertengahan tahun, dengan “batch ketiga” direncanakan selesai pada bulan Mei. Hal ini menunjukkan dinamika berkelanjutan dalam penyelenggaraan Program Magang Nasional.
Realisasi Program Magang Nasional Lampaui Target
Pada tahun 2025, Program Magang Nasional menorehkan target ambisius untuk menjaring 100 ribu peserta magang, khususnya dari kalangan lulusan perguruan tinggi atau fresh graduate. Program ini dirancang strategis untuk memperkaya kompetensi dan membekali mereka dengan pengalaman kerja praktis yang sangat berharga.
Dengan durasi enam bulan, program ini difasilitasi secara daring melalui platform resmi maganghubkemenaker.co.id. Selain mendapatkan uang saku yang setara dengan upah minimum di lokasi magang, setiap peserta magang juga diberikan perlindungan komprehensif melalui jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, menunjukkan komitmen pemerintah terhadap kesejahteraan mereka.
Secara membanggakan, realisasi Program Magang Nasional di tahun 2025 diklaim berhasil melampaui target awal yang telah ditetapkan. “Total peserta magang yang lolos seleksi mencapai lebih dari 102 ribu orang,” ungkap Yassierli, seraya menjelaskan bahwa sebagian kecil mengundurkan diri karena telah diterima bekerja di tempat lain, sebuah indikasi positif dari kualitas para peserta.
Tidak hanya membekali dengan keterampilan teknis, program ini juga menyediakan pelatihan soft skill opsional yang sangat relevan. Modul-modul yang ditawarkan mencakup bidang-bidang krusial seperti Design Thinking, Emotional Intelligence, hingga Service Orientation, mempersiapkan peserta agar lebih adaptif dan kompetitif di dunia kerja.