
Babaumma – , JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini, Jumat (10/4/2026), dengan target menguji level resistance 7.300–7.350. Prediksi positif ini muncul menyusul performa impresif IHSG pada perdagangan Kamis (9/4/2026) yang berhasil ditutup menguat 4,42%, mencapai posisi 7.279,21, berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Tim Riset Phintraco Sekuritas mengidentifikasi pendorong utama di balik kenaikan IHSG tersebut. Menurut mereka, penguatan ini tak lepas dari koreksi tajam harga minyak mentah global. Penurunan harga minyak ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyetujui penundaan rencana serangan infrastruktur di Iran selama dua pekan, yang meredakan tensi geopolitik dan memberikan sentimen positif bagi pasar modal.
Secara teknikal, analisis dari Phintraco Sekuritas pada Jumat (10/6/2026) menunjukkan indikator yang kuat untuk keberlanjutan tren positif. Pembentukan histogram positif yang terus berlanjut, ditambah dengan peningkatan volume beli, mengisyaratkan momentum penguatan yang solid. Selain itu, indikator Relative Strength Index (RSI) juga mengindikasikan potensi penguatan IHSG yang berlanjut. Kondisi ini diperkuat dengan keberhasilan IHSG menembus level rata-rata bergerak (MA) 5 dan MA20, menegaskan jalur menuju pengujian resistance berikutnya di kisaran 7.300–7.350.
: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Jumat 10 April 2026
Beralih ke faktor domestik, para investor saat ini tengah mencermati dinamika cadangan devisa Indonesia. Data terbaru menunjukkan penurunan cadangan devisa menjadi US$148,2 miliar pada Maret 2026, dari sebelumnya US$151,9 miliar pada Februari 2026. Angka ini merupakan level terendah sejak Juli 2024, sebuah kondisi yang sebagian besar disebabkan oleh upaya Bank Indonesia dalam menstabilkan nilai tukar rupiah di tengah tekanan pasar global yang meningkat.
Kendati demikian, Phintraco Sekuritas menekankan bahwa level cadangan devisa Indonesia masih tergolong aman. Pasalnya, jumlah tersebut mencukupi untuk enam bulan impor atau setara dengan 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, yang jauh melampaui patokan internasional sebesar sekitar tiga bulan impor. Hal ini memberikan keyakinan akan ketahanan ekonomi domestik.
Selain itu, perhatian investor juga tertuju pada langkah-langkah yang diambil oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini, OJK sedang dalam proses merancang aturan baru terkait rencana bisnis bank. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat dukungan terhadap program prioritas pemerintah dan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus menjaga stabilitas keuangan dan memacu pembangunan nasional.
Mempertimbangkan berbagai analisis baik dari sisi global maupun domestik tersebut, Phintraco Sekuritas secara khusus merekomendasikan sejumlah saham pilihan untuk dicermati oleh investor pada perdagangan hari ini. Saham-saham tersebut meliputi BBNI, BBCA, UNVR, ISAT, dan ASII.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.