
PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) mengambil langkah strategis dengan sepenuhnya mengalihkan fokus bisnisnya ke sektor pertambangan. Keputusan ini menandai sebuah era baru bagi perseroan, di mana pengembangan usaha akan difokuskan pada sumber daya pertambangan, jasa pertambangan, serta perdagangan produk tambang yang menjanjikan.
Dalam materi paparan publik yang disampaikan manajemen, diungkapkan bahwa perseroan tidak akan melanjutkan operasional di bisnis perhotelan. Evaluasi mendalam menunjukkan bahwa kinerja sektor perhotelan FITT belum optimal dan memiliki skala usaha yang terbatas, sehingga dianggap kurang prospektif untuk keberlanjutan dan pertumbuhan di masa depan.
“Dengan kehadiran Pemegang Saham Pengendali Baru, Perseroan berencana untuk melakukan penataan kembali kegiatan usaha melalui rekonstruksi dan integrasi sumber daya secara bertahap. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan visi Perseroan menjadi sebuah perusahaan holding yang kuat dan terintegrasi,” demikian penjelasan manajemen dalam materi paparan publik yang dikutip pada Selasa (14/4).
Transformasi bisnis fundamental ini ditargetkan dapat terealisasi sepenuhnya dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun ke depan. Harapannya, langkah berani ini akan mendorong kontribusi positif yang signifikan terhadap kinerja keuangan perseroan di masa mendatang, membuka peluang pertumbuhan yang jauh lebih besar.
Ke depan, FITT juga telah merancang sinergi usaha yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Model bisnis ini akan mencakup seluruh spektrum, mulai dari pengelolaan sumber daya pertambangan, penyediaan jasa pertambangan, hingga perdagangan produk tambang. Setiap lini bisnis diharapkan dapat saling mendukung, baik dari sisi sumber daya maupun basis pelanggan, demi meningkatkan efisiensi operasional secara menyeluruh dan mengurangi ketergantungan pada satu segmen usaha.
Perubahan strategis ini didorong oleh perubahan pengendali perusahaan. PT Jinlong Resources Investment resmi menjadi pemegang saham pengendali FITT pada 12 Desember 2025. Dalam transaksi penting tersebut, Jinlong mengakuisisi sebanyak 627 juta saham, yang setara dengan 48,07% dari total modal ditempatkan dan disetor. Saham-saham ini sebelumnya dimiliki oleh PT Gloria Inti Nusantara, Hendra Sutanto, dan Richard Suwandi Lie.
FITT Batal Akuisisi PSI
Di sisi lain, perseroan juga telah mengumumkan pembatalan rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang sebelumnya akan mengagendakan pembelian divestasi saham BMP dan FAW. Lebih lanjut, FITT memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana akuisisi PSI yang sebelumnya telah direncanakan.
Saat ini, manajemen bersama dengan pemegang saham pengendali masih aktif melakukan evaluasi dan penjajakan terhadap calon target akuisisi lain yang dinilai memiliki potensi lebih besar untuk mendukung kinerja dan keinginan usaha perseroan ke depan. FITT berkomitmen untuk terus mencari peluang investasi yang strategis dan prospektif.
Perseroan menegaskan akan segera menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik apabila di kemudian hari kembali melanjutkan rencana transaksi akuisisi tersebut. Proses ini akan senantiasa mengacu pada ketentuan peraturan informasi yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas kepada seluruh pemangku kepentingan.