Di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah yang terus bergolak, hubungan bilateral Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) semakin dipererat. Hal ini ditandai dengan kunjungan Duta Besar UEA untuk Indonesia, H.E. Abdulla Salem AlDhaheri, kepada Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, sebagai upaya strategis untuk memperdalam kemitraan.
Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan sebuah tindak lanjut dari pembahasan intensif mengenai perluasan kerja sama antara Indonesia dan UEA, khususnya di sektor energi terbarukan. Bidang ini menjadi fokus utama karena perannya yang krusial dalam pembangunan berkelanjutan dan ketahanan energi kedua negara.
Diskusi penting tersebut berlangsung di Ruang Nusantara III MPR RI Lantai 9. Dubes AlDhaheri tidak sendiri; ia didampingi oleh sejumlah delegasi, termasuk Kepala Ekonomi Kedutaan Besar UEA Meera AlAzeezi dan Manajer Pembangunan Bisnis Masdar Marsha Prabandani, yang menegaskan komitmen UEA dalam investasi energi bersih di Indonesia.
Eddy Soeparno menjelaskan, pertemuan ini menjadi kelanjutan dari dialog yang ia adakan sebelumnya dengan Menteri Energi sekaligus Utusan Khusus Pemerintah UEA untuk Indonesia, Suhail Al Mazrouei, di Abu Dhabi pada Januari 2026. Lebih lanjut, Eddy menyoroti momentum pertemuan ini yang bertepatan dengan 50 tahun kerja sama diplomatik dan persahabatan antara Indonesia dan Uni Emirat Arab, menandai babak baru dalam hubungan erat kedua negara.
Kedua negara menunjukkan komitmen yang kuat untuk terus memperkuat kerja sama, terutama dalam menindaklanjuti berbagai Nota Kesepahaman (MoU) yang telah disepakati. Penekanan khusus diberikan pada bidang pengembangan energi terbarukan. “Kita tahu bersama bahwa UEA menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia,” kata Eddy Soeparno melalui keterangan resmi, Rabu (15/4).
Saat ini, UEA melalui perusahaan energi bersih globalnya, Masdar, telah mengelola proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di Cirata, Jawa Barat. Proyek inovatif ini tidak hanya akan terus diperluas, tetapi juga direncanakan menjadi PLTS terapung terbesar di dunia, sebuah bukti nyata investasi UEA di Indonesia. “Kepada Menteri Suhail dan juga Pak Dubes Abdulla Salem, saya menyampaikan komitmen untuk mendukung perluasan proyek investasi UEA di bidang energi terbarukan,” imbuh Eddy.
Wakil Ketua Umum PAN tersebut menambahkan bahwa rencana UEA untuk memperluas investasi dalam proyek solar panel di Cirata merupakan bentuk dukungan penuh terhadap visi Pemerintah Prabowo Subianto. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mempercepat transisi menuju energi terbarukan, di antaranya melalui program ambisius 100 GW solar panel di seluruh Indonesia.
“Kami sampaikan juga kepada Pak Dubes bahwa kami di MPR terus mendorong langkah dan komitmen Presiden Prabowo untuk mempercepat transisi menuju energi terbarukan dengan terus mempercepat RUU Migas, RUU EBET, dan juga RUU Pengelolaan Perubahan Iklim,” ucap Eddy, menekankan peran legislatif dalam memfasilitasi percepatan ini.
Menanggapi hal tersebut, Duta Besar UEA untuk Indonesia H.E. Abdulla Salem AlDhaheri menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Eddy Soeparno atas dukungan terhadap inisiatif dan rencana investasi UEA di sektor energi terbarukan dan lingkungan hidup. “Kehadiran kami di MPR hari ini adalah upaya memperkuat kerja sama Indonesia dan UEA,” tuturnya, menegaskan kembali tujuan utama kunjungan untuk memperkokoh kemitraan bilateral yang saling menguntungkan.