
Perusahaan otomotif Jepang, Toyota Motor Asia dikabarkan tengah menjajaki kerja sama investasi dengan anak usaha PT Pertamina untuk pengembangan bioetanol di Indonesia. Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai US$200–300 juta atau sekitar Rp 3,4 triliun hingga Rp 5,1 triliun.
Mengutip Reuters, Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu menyebut pembicaraan dilakukan antara anak usaha Pertamina dan Toyota Tsusho. Jika kesepakatan tercapai, pembangunan pabrik bioetanol berkapasitas 60.000 kiloliter akan dimulai pada semester II tahun ini, dengan target produksi pada 2028.
Pabrik tersebut direncanakan menggunakan bahan baku sorgum yang ditanam di lahan seluas 6.000 hektare di wilayah yang sama.
Wakil Presiden Eksekutif Toyota Motor Asia Pras Ganesh mengatakan, diskusi masih berlangsung dan belum mencapai tahap final. Namun, Presiden Direktur Toyota Motor Asia wilayah Asia, Masahiko Maeda, memberi sinyal positif dengan menyebut kendaraan Toyota dapat memanfaatkan bioetanol yang diproduksi di pabrik di Lampung.
Baca juga:
- Prabowo Bertemu 13 Bos Perusahaan Jepang: Toyota, Mitsubishi, hingga Panasonic
- Toyota Tsusho Siapkan Investasi Rp1,6 T untuk Proyek Hilirisasi Timah di RI
Selain Toyota, pembicaraan ini juga melibatkan Asosiasi Riset Inovasi Biomassa untuk Bahan Bakar Otomotif Generasi Berikutnya dari Jepang.
Rencana investasi ini sejalan dengan target pemerintah Indonesia untuk menerapkan kebijakan campuran bioetanol 10% (E10) pada 2028. Produksi bioetanol domestik diharapkan memanfaatkan biomassa lokal seperti kelapa sawit, jagung, dan sorgum, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar.