Bank Mandiri (BMRI) cetak laba Rp 15,4 T kuartal I, kredit tumbuh jadi penopang

Bank Mandiri (BMRI) kembali menunjukkan kinerja keuangan yang cemerlang pada kuartal pertama 2026. Bank BUMN ini berhasil membukukan laba konsolidasi sebesar Rp 15,4 triliun, sebuah pencapaian signifikan yang melonjak 16,6% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025.

Advertisements

Performa impresif ini didorong oleh pertumbuhan total kredit yang solid. Bank Mandiri mencatatkan penyaluran kredit mencapai Rp 1.530 triliun, tumbuh pesat sebesar 17,4% secara tahunan (yoy). Angka ini jauh melampaui capaian kredit pada tahun 2025 yang berada di angka Rp 1.303 triliun, menunjukkan ekspansi bisnis yang agresif namun terukur.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menjelaskan bahwa fokus utama pertumbuhan kredit adalah untuk menstimulasi aktivitas ekonomi riil. “Pertumbuhan kredit tersebut juga kami fokuskan untuk mendorong aktivitas ekonomi real, khususnya pada sektor produktif dan padat karya,” ujar Riduan dalam paparan publik Kuartal I 2026 Bank Mandiri yang diselenggarakan secara virtual pada Selasa (21/4).

Komitmen terhadap sektor riil ini tercermin jelas dari kinerja kredit UMKM Bank Mandiri. Kredit untuk segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ini berhasil tumbuh 5,27% secara tahunan (yoy), sebuah angka yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kondisi kredit UMKM di industri perbankan secara keseluruhan yang masih menghadapi kontraksi.

Advertisements

Selain peningkatan kredit, total aset konsolidasi Bank Mandiri juga turut mengalami pertumbuhan signifikan. Aset perseroan naik 17,4% secara tahunan (yoy), mencapai Rp 2.254 triliun. Menariknya, pertumbuhan aset dan kredit yang masif ini diiringi dengan kualitas aset yang tetap terjaga prima. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross bank only tercatat sangat rendah, yakni 0,98%, didukung oleh coverage ratio yang kuat di level 245%.

“Pertumbuhan Bank Mandiri yang sangat baik tersebut selalu diiringi dengan pengelolaan kualitas aset yang disiplin,” tambah Riduan, menegaskan strategi manajemen risiko yang prudent dalam setiap ekspansi bisnis.

Dari sisi pendanaan, kinerja Bank Mandiri juga tak kalah cemerlang. Dana Pihak Ketiga (DPK) mencatat pertumbuhan impresif sebesar 21,1% yoy, melonjak menjadi Rp 1.675 triliun dari Rp 1.383 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap stabilitas dan layanan Bank Mandiri.

Ke depan, Bank Mandiri berkomitmen untuk memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah. Fokus utamanya adalah mendukung berbagai program nasional, terutama yang berkaitan dengan penguatan ekonomi kerakyatan dan sektor produktif, sebagai pilar utama pembangunan bangsa.

Sebagai bank pelat merah terkemuka, Bank Mandiri akan terus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata dukungan terhadap pelaksanaan program strategis nasional demi memperkuat fondasi perekonomian domestik secara berkesinambungan.

Advertisements