[Foto] Pedagang pakaian di Pasar Ular bertahan di tengah gempuran belanja online

Pasar Ular yang berlokasi di Koja, Jakarta Utara, merupakan salah satu tempat yang terkenal dengan sentra penjualan pakaian impor mulai dari celana, baju, topi, hingga jaket dan topi.

Advertisements

Pasar yang telah berdiri sejak tahun 1985 ini pernah mengalami masa jayanya pada era 90-an hingga medio 2000-an. Kala itu lorong pasar yang menampung puluhan kios dipadati oleh para pembeli.

Namun kondisi itu berbanding terbalik dengan yang terjadi saat ini. Suasana lenggang terlihat pun di Pasar Ular, pada Jumat (17/4). Pedagang nampak hanya duduk dan merapikan barang dagangannya sembari menunggu pembeli yang datang.

Neni (55) menjelaskan bahwa situasi ini terjadi sejak pandemi Covid-19 atau tepatnya pada tahun 2020. “Sejak saat itu penjualan menurun, ditambah juga ada belanja online,” ujarnya kepada Katadata.co.id.

Advertisements

Ia juga menuturkan bahwa hal tersebut berdampak pada merosotnya penjualan barang dagangannya hingga 50 persen. “Per hari itu hanya kejual 2 potong aja,” tambahnya. Meski demikian Neni dan pedagang lainnya memilih tetap bertahan untuk berjualan di Pasar Ular karena usaha ini merupakan sumber penghasilan utamanya.

Beberapa pedagang pun juga mulai beralih untuk memasarkan barang dagangannya melalui platform belanja daring guna merambah calon pembeli yang lebih luas. “Kalau tidak kami jual online mah anyep (sepi) jualannya,” ujar Yanti, sambil membungkus barang pesanan pembeli.

Advertisements