Emiten Toto Sugiri (DCII) cetak laba Rp 377 miliar kuartal I 2026, turun 9,8%

Emiten penyedia layanan pusat data yang terafiliasi dengan taipan teknologi nasional Otto Toto Sugiri, PT DCI Indonesia Tbk (DCII), berhasil mempertahankan kinerja keuangan yang solid pada kuartal pertama tahun 2026. Meskipun demikian, laba bersih perusahaan tercatat mengalami sedikit penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Advertisements

Kondisi ini terungkap dari laporan keuangan konsolidasian interim perseroan per 31 Maret 2026 yang baru saja dipublikasikan. Data menunjukkan bahwa di tengah gempuran tantangan, DCII masih mampu menunjukkan fondasi bisnis yang kuat.

Dari sisi top line, DCII mencatatkan pendapatan yang mengesankan sebesar Rp 858,1 miliar pada triwulan pertama tahun ini. Angka ini melonjak 10,9% secara tahunan (Year-on-Year/YoY) dibandingkan dengan Rp 773,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan ini menjadi indikator kuat tingginya permintaan terhadap layanan pusat data, yang merupakan inti bisnis perusahaan.

Namun, kenaikan pendapatan juga diiringi oleh peningkatan signifikan pada beban pokok pendapatan, yang naik 46,7% YoY menjadi Rp 372,6 miliar dari sebelumnya Rp 253,9 miliar. Lonjakan beban ini pada akhirnya menekan profitabilitas di tingkat laba bruto. Laba bruto DCII tercatat sebesar Rp 485,5 miliar, lebih rendah 6,6% YoY dibandingkan Rp 519,7 miliar pada kuartal I 2025.

Advertisements

Pada level operasional, laba usaha DCII mencapai Rp 449,0 miliar, menurun 9,6% YoY dari Rp 496,8 miliar. Kinerja ini turut dipengaruhi oleh kenaikan beban umum dan administrasi, serta beban keuangan yang merangkak naik 53,8% YoY menjadi Rp 31,5 miliar dari Rp 20,5 miliar pada periode sebelumnya. Faktor-faktor ini secara akumulatif berkontribusi pada penurunan laba bersih.

Akibatnya, laba periode berjalan perseroan dari 1 Januari hingga 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp 377,89 miliar. Angka ini mengalami penurunan 9,8% YoY dibandingkan Rp 418,9 miliar pada kuartal I 2025. “Secara lebih spesifik, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 377,75 miliar,” demikian ungkap manajemen dalam laporan yang dirilis melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (23/4).

Menilik sisi neraca, total aset DCII menunjukkan pertumbuhan signifikan, mencapai Rp 7,26 triliun per 31 Maret 2026, meningkat dari Rp 6,65 triliun pada akhir 2025. Peningkatan ini utamanya ditopang oleh kenaikan aset tetap, yang mencerminkan investasi dan ekspansi berkelanjutan pada infrastruktur pusat data perusahaan. Sejalan dengan itu, total liabilitas perseroan juga naik menjadi Rp 2,88 triliun dari Rp 2,64 triliun pada akhir tahun lalu, sementara total ekuitas turut menguat menjadi Rp 4,38 triliun dari Rp 4,01 triliun, menunjukkan akumulasi laba yang masih positif dan posisi finansial yang sehat.

Dengan struktur keuangan yang demikian, DCII berhasil menjaga posisi fundamental yang kuat, meskipun menghadapi tekanan margin. Perseroan juga mencatatkan total penghasilan komprehensif periode berjalan sebesar Rp 377,9 miliar, yang sejalan dengan laba bersih yang dibukukan pada periode tersebut. Ke depan, kinerja DCII diproyeksikan masih akan ditopang oleh pertumbuhan masif kebutuhan pusat data di Indonesia. Meski demikian, tantangan dari sisi biaya operasional dan pendanaan tetap perlu dicermati secara saksama untuk menjaga profitabilitas di masa mendatang.

Advertisements