Superbank (SUPA) putuskan belum bagi dividen lewat RUPST perdana usai IPO

JAKARTA – PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) mengumumkan bahwa pada tahun ini perseroan belum merencanakan pembagian dividen kepada para pemegang sahamnya, meskipun mencatatkan kinerja keuangan yang transformatif sepanjang 2025.

Advertisements

Direktur Keuangan Superbank, Melisa Hendrawati, menjelaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada ketentuan Undang-Undang tentang Perseroan Terbatas yang menyatakan dividen hanya dapat dibagikan jika perusahaan memiliki saldo laba positif.

“Maka dari itu, untuk tahun ini Bank belum memiliki rencana untuk membagikan dividen,” tegas Melisa dalam Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Superbank 2026 yang digelar di Jakarta Selatan pada Senin (27/4/2026).

Meskipun demikian, Melisa memastikan bahwa rencana jangka panjang Superbank akan tetap selaras dengan apa yang tercantum dalam prospektus. Sebagai informasi, prospektus Superbank yang diterbitkan pada November 2025 secara eksplisit memuat komitmen perseroan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham hingga maksimal 85% dari laba bersih tahun berjalan.

Advertisements

: Superbank (SUPA) Bukukan Laba Bersih Rp99,68 Miliar Sepanjang 2025

Peralihan ke tahun yang positif ini ditandai dengan keberhasilan Superbank membukukan laba bersih sebesar Rp99,68 miliar sepanjang 2025. Capaian impresif ini kontras dengan kondisi tahun sebelumnya (2024) yang masih mencatatkan kerugian sebesar Rp366,36 miliar.

Raihan laba pada tahun 2025 tersebut didorong oleh lonjakan signifikan pada pendapatan bunga bersih perseroan. Angka ini melonjak 159,29% secara tahunan (Year-on-Year/YoY) menjadi Rp1,58 triliun, jauh di atas capaian tahun 2024 yang sebesar Rp609,50 miliar.

Kinerja positif ini sejalan dengan pertumbuhan solid pada penyaluran kredit perseroan yang mencapai 49,47% YoY, menembus angka Rp9,61 triliun hingga akhir 2025. Pertumbuhan ini utamanya ditopang oleh segmen ritel dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), meningkat dari Rp6,42 triliun pada tahun sebelumnya.

Di sisi penghimpunan dana, total Dana Pihak Ketiga (DPK) Superbank juga mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 139,28% YoY, melesat dari Rp4,94 triliun pada 2024 menjadi Rp11,82 triliun di penghujung tahun 2025.

Seiring dengan itu, total aset perseroan turut mengukuhkan pertumbuhan sebesar 86,77% YoY, mencapai Rp21,28 triliun dibandingkan Rp11,39 triliun pada tahun sebelumnya.

Menanggapi pencapaian luar biasa ini, Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, sebelumnya menyatakan bahwa tahun 2025 adalah periode transformasional krusial bagi Superbank. Perseroan berhasil mencetak laba untuk pertama kalinya pada kuartal I/2025 dan menutup tahun dengan capaian pertumbuhan yang kuat di seluruh indikator utama.

“Capaian ini secara jelas mencerminkan konsistensi strategi yang kami jalankan, tata kelola yang solid, serta sinergi yang kuat dengan ekosistem dalam upaya memperluas akses layanan keuangan digital di Indonesia,” pungkas Tigor dalam keterangan resminya, yang dikutip pada Senin (16/3/2026).

Advertisements