Drone Ukraina serang pabrik pupuk hingga kilang minyak Rusia

Ukraina kembali melancarkan serangkaian serangan drone yang menargetkan fasilitas industri penting di Rusia, termasuk sebuah pabrik pupuk milik PhosAgro PJSC dan kilang minyak strategis. Serangan ini menunjukkan upaya berkelanjutan Kyiv untuk menekan sektor komoditas Rusia.

Advertisements

Menurut laporan Bloomberg pada 26 April, serangan ini merupakan bagian dari strategi Ukraina untuk mengurangi keuntungan yang didapatkan sektor komoditas Rusia dari kenaikan harga global, terutama yang dipicu oleh konflik di Iran. Hal ini menyoroti dampak geopolitik yang meluas terhadap pasar energi dan komoditas dunia.

Salah satu target terbaru adalah kompleks Apatit JSC milik PhosAgro yang berlokasi di wilayah Vologda, Rusia barat laut. Gubernur Vologda, Georgy Filimonov, mengonfirmasi bahwa serangan drone tersebut memang merusak jalur pipa, namun ia menambahkan bahwa kerusakan tersebut telah berhasil diperbaiki dengan cepat. Pihak PhosAgro sendiri hingga kini belum memberikan komentar resmi terkait insiden tersebut.

Ini menandai serangan kedua terhadap pabrik PhosAgro dalam bulan ini, menunjukkan fokus Ukraina terhadap fasilitas tersebut. Sebelumnya, Ukraina menuduh pabrik tersebut memproduksi bahan baku TNT dan komponen penting untuk amunisi. Kendati demikian, tuduhan mengenai pasokan PhosAgro untuk kebutuhan militer Rusia belum dapat diverifikasi secara independen.

Advertisements

Selain fasilitas pupuk, Ukraina juga mengklaim telah berhasil menyerang kilang minyak Yaroslavl, sebuah aset penting yang dimiliki bersama oleh raksasa energi Rosneft dan Gazprom Neft. Militer Ukraina melaporkan bahwa serangan drone tersebut memicu kebakaran di area kilang, menandakan kerusakan signifikan pada infrastruktur vital tersebut.

Namun, pernyataan berbeda datang dari Gubernur Yaroslavl, Mikhail Yevrayev. Ia menegaskan bahwa serangan drone besar-besaran dari Ukraina berhasil digagalkan pada malam hari, memberikan narasi yang kontras mengenai efektivitas dan dampak serangan tersebut.

Kilang minyak Yaroslavl sendiri merupakan fasilitas krusial yang terletak sekitar 282 kilometer dari Moskow. Dengan kapasitas pengolahan mencapai 15 juta ton minyak mentah per tahun, atau setara dengan sekitar 300.000 barel per hari, kilang ini memegang peranan penting dalam pasokan energi Rusia.

Secara keseluruhan, Ukraina telah secara konsisten meningkatkan frekuensi serangannya terhadap pabrik pupuk dan infrastruktur minyak Rusia. Tujuan utama dari taktik ini adalah untuk mengurangi keuntungan ekonomi yang diperoleh Moskow dari ekspor komoditas, yang menjadi sumber pendapatan vital bagi negara tersebut.

Di pasar global, harga pupuk nitrogen dilaporkan telah melonjak hingga dua kali lipat dibandingkan sebelum pecahnya konflik di Iran. Kenaikan drastis ini dipicu oleh terganggunya pasokan penting di Teluk Persia akibat penutupan efektif Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang memengaruhi banyak rute perdagangan.

Menyikapi dinamika pasar dan tekanan global, Rusia telah memberlakukan pembatasan ekspor pupuk hingga Desember mendatang. Meskipun demikian, produsen diizinkan untuk tetap mengirimkan sebagian volume dalam kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah, menunjukkan upaya Rusia untuk menyeimbangkan antara regulasi domestik dan komitmen ekspor.

Advertisements