
Stradenine, merek sepatu lokal asal Surabaya, kini tengah menjadi sorotan hangat setelah namanya viral di berbagai platform media sosial. Brand ini populer di kalangan anak muda karena menawarkan koleksi sepatu bergaya kasual dan streetwear dengan harga yang sangat ramah di kantong.
Namun, popularitas Stradenine kali ini bukan sekadar karena desainnya yang menarik, melainkan karena dikaitkan dengan polemik pengadaan sepatu dalam program Sekolah Rakyat milik Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk tahun anggaran 2026. Publik mulai mempertanyakan transparansi harga produk tersebut setelah muncul dugaan bahwa satu pasang sepatu dalam proyek pemerintah itu dibanderol hingga Rp700 ribu.
Kapan dan Bagaimana Sepatu Stradenine Viral?
Isu ini mulai memanas pada awal Mei 2026 menyusul beredarnya foto dokumentasi kegiatan seremonial tahun 2025. Dalam foto tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terlihat tengah memakaikan sepatu kepada siswa Sekolah Rakyat.
Baca juga:
- Mensos Gus Ipul Akan Temui KPK Bahas Polemik Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat
- Polemik Sepatu Sekolah Rakyat: Anggaran Rp 700 Ribu, Harga Pasar Rp 179 Ribu
Warganet dengan cepat mengidentifikasi bahwa sepatu dalam foto tersebut menyerupai produk Stradenine. Spekulasi semakin liar ketika data dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Kemensos terungkap, yang mencantumkan total anggaran sebesar Rp27,5 miliar untuk pengadaan 39.345 pasang sepatu Sekolah Rakyat tahun 2026. Jika dirata-rata, harga satu pasang sepatu mencapai sekitar Rp700 ribu, angka yang dinilai publik terlalu tinggi untuk kategori sepatu sekolah.
Owner Stradenine Angkat Bicara
Menanggapi isu yang semakin berkembang, Reynaldi Kurniawan Daud selaku pemilik Stradenine memberikan klarifikasi resmi. Reynaldi mengaku terkejut melihat mereknya mendadak viral dan dikaitkan dengan proyek pengadaan bernilai miliaran rupiah tersebut.
Ia membenarkan bahwa produk dalam foto yang beredar adalah sepatu Stradenine. Meski demikian, ia menegaskan bahwa sepatu itu hanya digunakan untuk kebutuhan seremonial dan tidak ada hubungannya dengan proyek pengadaan besar tahun 2026. Reynaldi memastikan bahwa Stradenine tidak pernah menerima pesanan langsung dari kementerian atau memiliki kerja sama formal terkait program tersebut.
Selama ini, Stradenine tetap fokus pada jalur penjualan retail melalui distributor, marketplace, serta toko online dan offline yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Berapa Harga Sepatu Stradenine yang Sebenarnya?
Pihak Stradenine merasa perlu meluruskan simpang siur mengenai harga asli produk mereka. Reynaldi menjelaskan bahwa harga pasar sepatu Stradenine jauh lebih rendah dari angka Rp700 ribu yang ramai diperbincangkan. Untuk kategori sepatu sekolah dan model kasual sederhana, harga jualnya berada di kisaran Rp179 ribuan. Sementara untuk kategori lifestyle dan running, harganya berkisar hingga Rp300 ribuan.
Bahkan untuk lini premium seperti seri sneakers “Kitaro” yang menggunakan teknologi outsole Phylon & Rubber serta bagian upper dari material Breathable Ribstop, harga tertingginya hanya dipatok pada angka Rp349.900. Salah satu produk paling populer, seri slip on “Viona” yang menyasar konsumen pencari kesederhanaan, dijual dengan harga yang sangat terjangkau, yakni Rp179.900.
Reynaldi menegaskan bahwa klarifikasi ini sangat penting untuk menjaga citra brand yang selama ini dibangun sebagai merek lokal berkualitas dengan harga kompetitif. Ia menegaskan tidak pernah ada pertemuan atau pembicaraan khusus dengan pihak kementerian mengenai pengadaan sepatu dalam jumlah masif tersebut.
Penjelasan dari Kementerian Sosial Soal Pengadaan Stradenine
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul pun turut memberikan keterangannya mengenai polemik anggaran ini. Ia menjelaskan bahwa angka Rp700 ribu yang beredar di masyarakat merupakan angka perencanaan awal dan bukan harga final pengadaan.
Gus Ipul memastikan bahwa proses pengadaan nantinya akan dilakukan melalui lelang terbuka dan transparan. Dengan mekanisme lelang, harga akhir diperkirakan akan jauh lebih rendah dibandingkan angka perencanaan semula. Ia berkomitmen bahwa seluruh proses di lingkungan Kemensos harus bebas dari praktik rekayasa, lobi-lobi, atau titipan pihak tertentu.
Sebagai bentuk keseriusannya, Gus Ipul bahkan menyatakan siap melaporkan sendiri apabila ditemukan adanya indikasi manipulasi atau praktik ilegal dalam proses pengadaan barang dan jasa di kementeriannya.
Ringkasan
Stradenine, merek sepatu lokal asal Surabaya, menjadi viral setelah dikaitkan dengan polemik anggaran pengadaan sepatu Sekolah Rakyat milik Kementerian Sosial tahun 2026. Publik menyoroti dugaan harga Rp700 ribu per pasang dalam anggaran tersebut, padahal harga pasar produk Stradenine jauh lebih rendah. Isu ini mencuat setelah foto pejabat mengenakan sepatu tersebut dalam sebuah acara seremonial beredar luas di media sosial.
Pemilik Stradenine menegaskan bahwa harga asli produknya hanya berkisar antara Rp179 ribu hingga Rp349 ribu dan tidak memiliki kerja sama formal terkait proyek tersebut. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa angka Rp700 ribu merupakan estimasi perencanaan awal dan bukan harga final pengadaan. Proses pengadaan nantinya akan dilakukan melalui lelang terbuka untuk menjamin transparansi serta harga yang sesuai dengan pasar.